Mengenal Latihan Coregasme yang Dapat Memicu Orgasme

sfidn.com - Latihan coregasme adalah olahraga yang dapat memicu seseorang mengalami orgasme. Anda mungkin pernah mendengar gerutuan, erangan, atau napas berat dari seseorang saat latihan di gym atau studio olahraga. Ini mungkin saja orang tersebut mengalami orgasme. 

Nah, apa saja sih latihan yang dapat memicu kondisi ini? Apakah pula manfaatnya untuk tubuh? Melalui artikel ini, Anda akan tahu lebih banyak tentang coregasme.

Apa itu coregasme?

Coregasme adalah seseorang yang mendapatkan orgasme saat melakukan aktivitas fisik tertentu. Sejauh ini, coregasme masih dikaitkan dengan latihan perut, meskipun para peneliti masih belum yakin apa sebenarnya yang menyebabkan coregasme.

Menurut Deddy Herbenick, PhD, seorang profesor di Indiana University School of Public Health, yang dilansir dari Verywell Fit, coregasme mirip dengan orgasme dari rangsangan seksual, yang prosesnya masih dipahami.
 
Menariknya, coregasme mungkin adalah murni sebagai pengalaman fisiologis, karena sebagian besar orang yang mengalaminya melaporkan bahwa mereka tidak memikirkan atau melakukan aktivitas seksual sebelumnya. 

Coregasme diduga terjadi karena kontraksi otot secara berulang, serta kelelahan otot inti dan panggul selama latihan.

Seberapa umumkah coregasme?

Menurut Herbenick, coregasme tampaknya lebih umum daripada yang Anda pikirkan. Hanya saja, sebagian masyarakat mungkin masih menganggap hal ini tabu. Ditambah lagi, minimnya penelitian yang ada, sehingga topik ini bukanlah hal yang mudah untuk dibicarakan.

Meski demikian, penelitian Herbenick menunjukkan bahwa coregasm relatif umum terjadi, setidaknya di kalangan wanita. 

"Data penelitian ini menarik, karena menunjukkan bahwa orgasme tidak selalu dari aktivitas seksual. Selain itu, mengajari Anda lebih banyak tentang proses tubuh yang mendasari pengalaman orgasme pada wanita," jelas Herbenick.

Di sisi lain, hasil survei yang diterbitkan dalam CrossFit Journal mengungkapkan bahwa coregasme juga relatif umum di kalangan atlet CrossFit.

Apakah setiap orang bisa mengalaminya?

Tidak ada yang menjamin bahwa Anda akan mencapai orgasme dengan melakukan latihan coregasme. Sama halnya dalam mencapai orgasme ketika berhubungan seksual, tidak semua orang bisa mencapai orgasme ketika berolahraga.

Faktanya, tidak hanya wanita yang bisa mencapai orgasme dari latihan, tetapi pria juga. Namun, mungkin kurang umum di kalangan pria.

Selain itu, Herbenick juga menyatakan bahwa ada perbedaan utama pada pria, di mana pria yang mengalami ejakulasi dari latihan coregasme, biasanya mengalami ereksi sebelum ejakulasi.

Seperti apa rasanya?

Coregasme mungkin terasa mirip dengan orgasme yang Anda alami ketika melakukan aktivitas seksual, dengan beberapa perbedaan utamanya.

Bagi wanita, coregasme mungkin terasa seperti orgasme vagina yang dalam, bahkan bisa lebih menyenangkan untuk wanita yang tidak bisa mencapai orgasme saat berhubungan seksual. 

Kebanyakan wanita juga menyatakan bahwa coregasme terasa lebih seperti orgasme hubungan seksual daripada orgasme kelenjar klitoris eksternal. Ini mungkin karena sensasinya dimulai dari otot inti dan panggul, bukan ujung saraf di sekitar area genital Anda.

Sementara itu, pada pria, coregasme mungkin terasa seperti orgasme prostat versus orgasme penis karena stimulasi. Perbedaan ini mungkin juga disebabkan oleh aktivasi otot inti dan panggul.

Apa saja latihan coregasme yang perlu Anda ketahui?

Umumnya, latihan yang melibatkan otot perut lebih mungkin untuk menginduksi coregasme daripada latihan yang tidak melibatkan otot inti. Selain itu, gerakan yang melibatkan otot dasar panggul juga dapat memicu kondisi ini.

Berikut beberapa jenis latihan coregasme:

  • Sit-up dan crunches: karena membuat otot perut dan pinggul Anda berkontraksi.
  • Angkat kaki berbaring: karena adanya posisi "berongga" yang diperlukan untuk melakukan latihan ini.
  • Plank dan hollow hold: karena membuat Anda menarik pusar ke dalam dan menekan, yang akhirnya memicu coregasme.
  • Squat: karena Anda mendorong dari glutes dan menguatkan otot inti Anda.
  • Latihan hanging ab: karena sambil mengencangkan otot inti Anda.
  • Pull-up dan chin-up: juga karena posisi "berongga" yang diperlukan untuk melakukan latihan ini. Alhasil, Anda harus menarik pusar ke tulang belakang dan menekan otot inti Anda, yang dapat meningkatkan peluang untuk mengalami coregasm.
  • Rope climbs: karena melibatkan seluruh tubuh, terutama otot inti dengan cara yang berulang. Selain itu, menyebabkan lebih banyak gesekan di area genital. 
  • Yoga: karena melibatkan otot inti, termasuk pose perahu, pose jembatan, pose elang, pose lumba-lumba, pose kucing, pose kursi, dan pose gagak.
  • Latihan lainnya, seperti latihan abs, berlari, sprint, angkat beban, dan bersepeda.

Berapa set dan repetisi yang diperlukan?

Sebagian orang yang telah mengalami coregasme menyatakan bahwa ini terjadi ketika mereka memaksakan diri melewati beberapa repetisi dari sesi akhir latihannya.

Dengan kata lain, coregasme lebih mungkin terjadi saat Anda mengalami kelelahan otot. 

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami orgasme saat intensitas latihan coregasme meningkat atau hampir kelelahan otot, cobalah kurangi jumlah set latihan tersebut untuk menghindarinya.

--- Related Article ---

Tips untuk menghindarinya

Tidak semua orang mungkin terbiasa dengan kondisi ini – sekadar membicarakannya saja mungkin sudah tidak nyaman. 

Jika Anda salah satunya, maka Anda dapat mengambil langkah untuk menghindarinya.

Herbenick menjelaskan bahwa cara terbaik untuk menghentikannya adalah menghindari latihan yang dapat memicunya. Anda juga dapat mengakhiri latihan coregasme sebelum mengalami kelelahan otot untuk mencegah orgasme.

Jika Anda mengalami orgasme selama latihan jarak jauh, misalnya berlari atau bersepeda, cobalah kurangi waktu atau jarak latihan Anda.

Mungkin ini bukanlah saran yang ideal, tetapi penelitian terkait coregasme masih sangat minim. Saran yang lebih baik mungkin bisa datang seiring dengan perkembangan penelitian terkait orgasme yang dipicu oleh olahraga ini. 

Bisakah olahraga meningkatkan orgasme seksual?

Kabar baiknya, ada hubungan dua arah antara olahraga dan fungsi seksual. 

Lamina et al. (2011) menemukan bahwa olahraga dapat meningkatkan kehidupan seksual Anda dalam beberapa cara, termasuk mengurangi risiko disfungsi ereksi pada pria dan meningkatkan gairah pada wanita.

Pengaruhnya mungkin tidak secara langsung dapat meningkatkan peluang Anda untuk mengalami orgasme saat berhubungan seksual atau meningkatkan intensitas orgasme saat Anda mengalaminya. 

Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat membuat aktivitas seksual lebih menyenangkan dengan cara:

  • Membantu wanita menopause merasa lebih nyaman dan terbebas dari gejala yang mengganggu aktivitas seksualnya, khususnya latihan dasar panggul.
  • Membantu menjaga kadar hormon tertentu lebih tinggi, termasuk hormon dihidrotestosteron, yaitu hormon yang berkaitan dengan frekuensi orgasme pada pria.
  • Membantu Anda merasa lebih menarik dan percaya diri, yang merupakan poin penting dari kehidupan seksual yang sehat, dan merasa nyaman dengan pasangan Anda, terutama pada wanita.

Intinya, latihan coregasme bisa menjadi hal yang sangat dinikmati, bahkan aktif dilakukan oleh sebagian orang. Namun, beberapa orang juga mungkin merasa tidak nyaman dan lebih memilih untuk menghindarinya. 

Terlepas dari itu, Anda perlu tahu bahwa tidak harus mengalami orgasme untuk mendapatkan manfaat dari latihan Anda. Berolahraga secara rutin sudah dapat memberikan manfaat untuk kehidupan seksual Anda yang lebih sehat dan menyenangkan bersama pasangan. 

 

Referensi:

  • Fraile et al. 2020. Effects of physical exercise on sexual function and quality of sexual life related to menopausal symptoms in peri- and postmenopausal women: a systematic review. Int J Environ Res Public Health. 17 (8): 2680.
  • Hawkins et al. 2008. Effect of exercise on serum sex hormones in men. Medicine and Science in Sports and Exercise. 40 (2): 223-233.
  • Herbenick D dan Fortenberry JD. 2011. Exercise-induced orgasm and pleasure among women. Sexual and Relationship Therapy. 26 (4): 373–388.
  • Lamina et al. 2012. Effects of aerobic exercise in the management of erectile dysfunction: a meta analysis study on randomized controlled trials. Ethiop J Health Sci. 21 (3): 195-201.
  • Levin RJ. 2018. Prostate-induced orgasms: A concise review illustrated with a highly relevant case study. Clinical Anatomy. 31 (1): 81-85.
  • LIVESTRONG.com (2020). Can You Really Have a Coregasm While Working Out?
  • Mantzoros et al. 1995. Contribution of dihydrotestosterone to male sexual behaviour. BMJ. 310: 1289.
  • Penhollow TM dan Young M. 2004. Sexual desirability and sexual performance: Does exercise and fitness really matter? Electronic Journal of Human Sexuality. 7 (5).
  • Psychology Today (2012). Exercise-Induced Orgasms: You Asked, I'm Answering!
  • Pujols et al. 2010. The association between sexual satisfaction and body image in women. The Journal of Sexual Medicine. 7 (2): 905-916.
  • Sexual Tendencies (2020). I had an Exercise-Induced Orgasm at the Gym.
  • The CrossFit Journal (2013). From Crunches to Climax.
Tags:
#coregasme  #coregasm  #latihan coregasme  #orgasme  #latihan yang memicu orgasme 
0 Comment
Leave Your Comment

Latest Article

SFIDN Forum
Kandungan Nutrisi Ikan Air Tawar VS Ikan Air laut

April 26, 2019

Posted By: FM.Ibnu Ismail

2 Pelajaran Penting yang Bisa Dicuri dari Para Binaragwan

March 28, 2019

Posted By: FM.Ibnu Ismail