Mengenal Olahraga Pilates dan Jenis-Jenisnya

sfidn.com – Pilates dan yoga memiliki gerakan yang terlihat serupa. Namun sebenarnya, keduanya berbeda. Pilates adalah versi yang lebih modern daripada yoga. Prinsip gerakannya adalah menyatukan pemahaman jiwa dan raga, yang keduanya bekerja sama dalam membantu aktivitas sehari-hari. Pilates juga dikenal sebagai olahraga yang dapat memperkuat otot tubuh tanpa memperbesarnya. Karena itulah, pilates banyak dilakukan oleh wanita. Namun kini, para pria pun mulai menjajal olahraga pilates yang disebut baik dalam membentuk otot perut. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari mengenal apa itu olahraga pilates dan jenis-jenis pelatihannya.   

1. Apa Itu Olahraga Pilates?

Pilates adalah suatu bentuk latihan berdampak rendah (low-impact) yang bertujuan memperkuat otot sekaligus meningkatkan keselarasan dan fleksibilitas postural. Gerakannya melatih keseluruhan tubuh, namun banyak melibatkan kekuatan otot inti. Metode pelatihannya beragam, ada yang menggunakan matras, ada juga yang menggunakan alat khusus, seperti reformer hingga cadillac. Olahraga ini dikembangkan oleh Joseph Pilates di awal 1920-an dan sempat disebut sebagai metode contrology selama beberapa dekade. Terus berkembang hingga sekarang, pilates menawarkan beberapa manfaat yang bisa didapat oleh semua kalangan usia dan tingkat kebugaran yang berbeda.

  • Pilates melatih keseluruhan tubuh. Tidak seperti beberapa bentuk latihan yang hanya menargetkan otot tertentu, pilates berfokus mengerahkan kekuatan inti untuk melatih keseluruhan tubuh. Pilates bahkan melibatkan pengaturan napas dan pikiran guna meningkatkan kekuatan dan perkembangan otot yang seimbang serta fleksibilitas rentang gerak dan sendi.

  • Pilates meningkatkan kekuatan tanpa memperbesar tubuh. Pilates tidak berfokus dalam memperbesar otot, melainkan meningkatkan kekuatan dan pemanjangan otot. Salah satu cara pilates dalam membentuk otot yang kuat dan panjang yaitu dengan memanfaatkan kontraksi eksentrik atau kontraksi otot yang terjadi saat serat otot memanjang.

  • Pilates meningkatkan fleksibilitas. Dalam pelatihannya, pilates banyak meregangkan otot dan rentang gerak sehingga secara signifikan dapat meningkatkan fleksibilitas.

  • Pilates mengembangkan kekuatan otot inti. Pilates banyak mengerahkan kekuatan otot inti yang berperan dalam pola pergerakan, postur, dan kelenturan tubuh. Otot inti yang kuat juga akan membuat bahu dan persendian bekerja lebih rileks.

  • Pilates dapat membantu meredakan nyeri punggung. Melalui peningkatan postur tubuh, pilates disebut dapat membantu meredakan nyeri punggung.

  • Pilates dapat membantu menurunkan berat badan. Pilates dapat membantu menurunkan berat badan dan mengencangkan tubuh secara keseluruhan, apabila dilakukan secara teratur dan dikombinasikan dengan latihan aerobik.

2. Jenis-Jenis Olahraga Pilates

Seiring meningkatnya popularitas pilates, jenis pelatihan dan metode yang diajarkan ikut berkembang dan beragam. Beberapa orang seringkali menanyakan jenis pilates apa yang cocok untuk diterapkan. Beragam jenis pilates yang ada memang memiliki tujuan dan manfaat masing-masing. Classical pilates, mat pilates, reformer pilates, contemporary pilates, stott pilates, dan winsor pilates adalah enam jenis pilates dengan karakteristik pelatihan yang berbeda-beda.

2.1 Classical Pilates

Pilates klasik mengikuti sistem asli Joseph Pilates yang dibuat pada 1920-an. Perbedaan pilates klasik dengan jenis pilates lain terletak pada posisi panggul. Menurut Christine Piton, ahli terapi fisik sekaligus pemilik Pieton Physical Therapy and Pilates, pilates klasik lebih berfokus pada kemiringan panggul posterior atau pinggul miring ke belakang. Beberapa preferensi postur lain di kepala, leher, dan bahu juga lebih diperhatikan. Sejalan dengan hal tersebut, sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Journal of Bodywork and Movement Therapies menemukan bahwa pilates klasik adalah alat rehabilitasi yang efektif dalam mengurangi sakit leher dan punggung kronis.

2.2 Mat Pilates

Pergerakan mat pilates sebenarnya berangkat dari dasar latihan classical pilates. Mat pilates pun merupakan langkah awal yang dilakukan Joseph Pilates dalam memperkenalkan gerakan-gerakan spesifik dengan peralatan minim. Dalam pelatihannya, mat pilates sangat berfokus pada otot inti sehingga baik bagi mereka yang memiliki nyeri di bagian punggung. Sebuah studi di tahun 2014 membandingkan mat pilates dengan reformer pilates dan menemukan bahwa kelompok yang melakukan mat pilates jauh lebih baik peningkatannya dalam keseimbangan dan penurunan rasa sakit.

2.3 Reformer Pilates

Reformer pilates menawarkan manfaat yang serupa dengan mat pilates, hanya saja lebih menantang dalam pelatihannya. Reformator adalah peralatan yang digunakan pada jenis pilates ini. Bentuknya seperti tempat tidur lengkap dengan rangka di setiap sisi, serta sejumlah tali dan pegas. Jenis pilates ini cenderung lebih intens daripada mat pilates sehingga banyak dilakukan oleh mereka yang berpengalaman. Menurut Christina Pabon, instruktur bersertifikat Peak Pilates untuk Life Time Athletic di Columbia, jenis pilates ini dapat membakar lebih banyak kalori serta meningkatkan penyelarasan postur dan koordinasi tubuh melalui pergerakan melawan pegas secara konstan.

2.4 Contemporary Pilates

Pilates kontemporer juga didasarkan pada pilates klasik, hanya saja telah dimodernisasi dan disesuaikan pelatihannya dengan terapi fisik dan biomekanika. Pilates kontemporer memang banyak digunakan untuk rehabilitasi cedera dan gerakannya bisa diatur sesuai kreativitas instruktur. Pilates kontemporer umumnya mengajarkan bagaimana posisi panggul netral atau posisi ketika seseorang berdiri tegak dengan postur yang benar.

--- Related Article ---

2.5 Stott Pilates

Stott pilates adalah jenis pilates yang diciptakan oleh Moira Merrithew, seorang balerina yang awalnya mempelajari pilates pasca cedera leher. Menurut Christine Piton, stott pilates merupakan hasil integrasi antara prinsip modern ilmu olahraga dan rehabilitasi tulang belakang. Karena itulah, pemanasan merupakan hal yang wajib dilakukan di awal kelas stott pilates guna menyelaraskan tubuh dan melepaskan tekanan leher dan punggung. Pilates jenis ini pun tetap menggunakan prinsip dasar pilates klasik, hanya saja menggunakan lebih banyak peralatan, seperti reformator, foam roller, hingga stability ball.

2.6 Winsor Pilates

Metode winsor pilates dipopulerkan oleh instruktur pilates ternama, yakni Mari Winsor, melalui sebuah video latihan. Jenis pilates ini fokus pada penurunan berat badan dan pembentukan tubuh melalui kombinasi pilates klasik yang dilakukan dalam urutan khusus dan cenderung modern. Winsor pilates terdiri dari 13 gerakan, termasuk roll up, single leg circle, dan hundred, yang hanya dilakukan dalam 20 menit di atas tikar atau matras.

Kesimpulan

Pilates adalah olahraga low-impact yang gerakannya memiliki prinsip penyatuan jiwa dan raga. Dalam melatih keseluruhan tubuh, pilates melibatkan kekuatan otot inti serta kerjasama antara napas dan pikiran. Pilates termasuk olahraga yang aman untuk dilakukan semua kalangan usia dan tingkat kebugaran. Berbagai manfaat seperti penguatan otot hingga peningkatan fleksibilitas tubuh dapat diberikannya. Olahraga pilates pun terbagi menjadi beberapa jenis yang berbeda-beda metode, tujuan, dan manfaat pelatihannya. Enam diantaranya berupa classical pilates, mat pilates, reformer pilates, contemporary pilates, stott pilates, dan winsor pilates.

 

Referensi

  • https://www.nhs.uk/live-well/exercise/guide-to-pilates/

  • https://www.livestrong.com/article/13720180-pilates-types/

  • https://www.self.com/story/5-things-to-know-before-you-take-pilates-classes

  • https://www.verywellfit.com/the-many-benefits-of-pilates-exercise-2704865

  • Kloubec, J. A. (2010). Pilates for improvement of muscle endurance, flexibility, balance, and posture. J Strength Cond Res,24(3), 661-7. doi:10.1519/JSC.0b013e3181c277a6

  • Geremia, J. M., Iskiewicz, M. M., Marschner, R. A., Lehnen, T. E., Lehnen, A. M. (2015). Effect of a physical training program using the Pilates method on flexibility in elderly subjects. Age (Dordr), 37(6), 119. doi:10.1007/s11357-015-9856-z

  • Lin, H. T., Hung, W. C., Hung, J. L., Wu, P. S., Liaw, L. J., Chang, J. H. (2016). Effects of pilates on patients with chronic non-specific low back pain: a systematic review. J Phys Ther Sci, 28(10), 2961-2969. doi:10.1589/jpts.28.2961

  • MChiroprac, B. K., MChiroprac, P. W., Whillier, S. (2018). Is Pilates an effective rehabilitation tool? A systematic review. Journal of Bodywork and Movement Therapies, 22(1), 192-202. doi: 10.1016/j.jbmt.2017.04.008

  • Lee, C. W., Hyun, J., Kim. S. G. (2014). Influence of Pilates Mat and Apparatus Exercises on Pain and Balance of Businesswomen with Chronic Low Back Pain. J Phys Ther Sci, 26(4), 475–477. doi: 1589/jpts.26.475

 

Tags:
#pilates 
0 Comment
Leave Your Comment

Latest Article

SFIDN Forum
Kandungan Nutrisi Ikan Air Tawar VS Ikan Air laut

April 26, 2019

Posted By: FM.Ibnu Ismail

2 Pelajaran Penting yang Bisa Dicuri dari Para Binaragwan

March 28, 2019

Posted By: FM.Ibnu Ismail