
Bagaimana Pandangan Sains Terhadap Multivitamin?
sfidn.com - Multivitamin merupakan suplemen yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Bahkan, suplemen ini sudah mulai sangat terkenal dalam beberapa tahun terakhir ini. Sebagian besar orang meyakini bahwa suplemen multivitamin mampu meningkatkan kesehatan, menjadi penyeimbang saat mengonsumsi makanan kurang sehat, dan mengurangi resiko penyakit kronis. Namun, mungkin Anda bertanya-tanya, apakah manfaat tersebut benar adanya? Mari kita bahas berdasarkan kacamata sains dan pendapat para ilmuwan.
Apa itu Multivitamin?
Dilansir dari laman resmi U.S. Department of Health & Human Services Multivitamin merupakan suplemen yang memiliki banyak kandungan vitamin, mineral, dan terkadang beberapa kandungan lainnya. Karena tidak adanya standar baku tentang kandungan multivitamin, maka komposisi pada beberapa suplemen multivitamin pun beragam, tergantung pada merk dan produk.
Multiviamin terkadang disebut juga dengan multimineral, multis, multiples, atau hanya vitamin saja. Suplemen ini terdiri dari berbagai macam bentuk seperti tablet, kapsul, permen karet, cairan, dan bubuk. Sebagian besar multivitamin harus dikonsumsi sebanyak 1 hingga 2 kali dalam sehari. Untuk itu, pastikanlah Anda membaca label dan ikuti saran konsumsi yang dianjurkan. Kita bisa membeli suplemen multivitamin dengan bebas di apotik, supermarket, dan toko online.
Apa yang Terkandung dalam Multivitamin?
Setidaknya tubuh kita memerlukan tiga belas vitamin dan 16 mineral untuk kesehatan tubuh. kandungan-kandungan tersebut umumnya mampu membantu banyak reaksi enzim dalam tubuh atau memberikan suatu sinyal molekul serta elemen struktural. Tubuh kita membutuhkan nutrisi ini untuk reproduksi, pemeliharaan, pertumbuhan, dan mengatur berbagai proses di dalam tubuh.
Suplemen multivitamin mampu memenuhi hal tersebut dengan berbagai bentuk dan jumlah vitamin serta mineral di dalamnya. Radimer, K. L. dalam penelitiannya yang berjudul Methodological Issues in Assessing Dietary Supplement Use in Children mengatakan bahwa karena ada kemungkinan suplemen multivitamin memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi atau lebih rendah daripada label yang tertulis, hal itu dikarenakan suplemen makanan tidak diatur oleh Food and Drug Administration (FDA). Dalam beberapa kondisi bahkan ada beberapa suplemen multivitamin yang tidak jujur. Artinya, informasi nilai gizi yang mereka sajikan tidak transparan. Untuk itu, penting sekali untuk membeli multivitamin dari produsen yang telah memiliki ulasan baik dan terpercaya. Perlu diingat juga bahwa multivitamin bisa didapatkan dari makanan dan suplemen.
Efek Multivitamin Pada Penderita Penyakit Jantung
Menurut data yang diambil dari laman resmi WHO, Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian hampir di seluruh negara. Oleh karenanya, banyak orang yang meyakini bahwa mengonsumsi multivitamin mampu membantu mencegah penyakit jantung. Namun, apakah hal tersebut benar adanya? Beberapa penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology, The Journal of Nutrition, Archives of Internal Medicine, dan The American Journal of Clinical Nutrition melaporkan bahwa multivitamin mampu mengurangi resiko penyakit jantung.
Namun, selama lebih dari 10 tahun kebelakang, sebuah studi yang berjudul Multivitamins in the Prevention of Cardiovascular Disease in Men meneliti efek konsumsi multivitamin pada lebih dari 14.000 dokter pria paruh baya, hasilnya para peneliti tidak menemukan adanya penurunan jumlah korban serangan penyakit jantung, stroke, atau kematian. Sebuah studi lainnya yang dilakukan pada tahun 2015 melaporkan bahwa para perempuan yang mengonsumsi multivitamin selama minimal 3 tahun memiliki resiko 35% lebih rendah meninggal karena serangan jantung.
Efek Multivitamin Pada Penderita Penyakit Kanker
Terdapat beragam bukti tentang efek konsumsi multivitamin pada penderita kanker. Bebeberapa penelitian yang dikeluarkan dalam American Journal of Epidemiology dan Archives of Internal Medicine tidak menemukan adanya efek konsumsi multivitamin pada penderita penyakit kanker. Sementara itu, penelitian yang dilakukan pada tahun 2005 dan diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine melakukan 5 uji coba secara acak pada kelompok terkontrol yang di dalamnya terdapat 77.289 orang. Hasilnya, pria yang mengonsumsi multivitamin memiliki resiko panyakit kanker 31% lebih rendah, namun para peneliti tidak mendapatkan efek yang positif pada wanita.
Dua penelitian lainnya yang dilakukan secara observasional pada tahun 1997 dan 1998 yang melibatkan satu wanita dan para pria melaporkan bahwa kebiasaan mengonsumsi multivitamin mampu mengurangi resiko kanker usus dalam jangka waktu yang panjang. Sebuah lembaga bernama The Physicians 'Health Study II mencatat bahwa konsumsi multivitamin dalam jangka waktu yang panjang juga mampu mengurangi resiko penyakit kanker pada pria yang sehat.
Apakah Ada Manfaat Kesehatan Lainnya dari Multivitamin?
Multivitamin telah diteliti untuk beberapa tujuan, termasuk untuk kesehatan otak dan mata.
1. Untuk Kesehatan Otak
Beberapa penelitian yang dikeluarkan dalam jurnal Physiology & Behavior, Human Psychopharmacology: Clinical and Experimental dan Journal of Alzheimer’s Disease melaporkan bahwa multivitamin terbukti mampu meningkatkan daya ingat pada orang dewasa. Selain itu, multivitamin juga terbukti mampu meningkatkan mood sesorang. Para peneliti lainnya juga sepakat bahwa multivitamin mampu meningkatkan mood seseorang atau mengurangi gejala depresi. Namun, satu studi yang dilakukan pada tahun 2000 melaporkan bahwa para peneliti tidak menemukan adanya pengaruh multivitamin pada suasana hati para partisipan.
2. Untuk Kesehatan Mata
Berdasarkan data yang di ambil dari sebuah penelitan dalam jurnal The Lancet, Degenerasi makula terkait usia merupakan penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Terdapat sebuah penelitian yang melaporkan bahwa mengonsumsi vitamin dan mineral antioksidan dapat meminimalisir terjadinya hal tersebut. Hal ini didukung dengan penelitian lainnya yang dilakukan pada tahun 2014 yang menunjukkan bahwa multivitamin mampu mengurangi terjadinya resiko katarak, dan penyakit mata lainnya.
Apakah Ada Efek Samping Multivitamin?
Dosis merupakan faktor penting dalam mengonsumsi setiap suplemen, termasuk suplemen multivitamin. Walaupun konsumsi beberapa vitamin dan mineral dalam dosis yang tinggi tidak ditemukan adanya efek samping, namun mengonsumsi kandungan lainnya pada suplemen multivitamin dalam dosis yang tinggi bisa sangat berbahaya. Dosis multivitamin tergantung pada tingkat kelarutan pada multivitamin tersebut. Tingkat kelarutan pada multivitamin dibagi menjadi dua:
- Vitamin yang larut dalam air. Vitamin yang larut dalam Air akan dibawa ke jaringan tubuh tetapi tidak disimpan di dalam tubuh. Vitamin ini dapat ditemukan dalam makanan nabati dan hewani atau suplemen makanan dan harus dikonsumsi setiap hari. Vitamin C dan Vitamin B kopleks merupakan jenis vitamin yang larut dalam air.
- Vitamin yang larut dalam lemak dan minyak. Vitamin yang larut dalam lemak diserap bersama dengan lemak dalam makanan dan dapat disimpan dalam jaringan lemak tubuh. Mereka berasal dari makanan nabati dan hewani atau suplemen makanan. Vitamin A, D, E, dan K merupakan vitamin yang larut dalam lemak.
Jenis vitamin yang larut dalam lemak adalah A, D, E dan K. Vitamin E dan K cenderung tidak memiliki efek samping, sedangkan Vitamin A dan D memiliki efek toksik jika dikonsumsi secara berlebihan. Sementara itu, wanita hamil disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi vitamin A, karena berdasarkan penelitian yang dikeluarkan dalam New England Journal of Medicine, wanita hamil yang mengonsumsi vitamin A dalam jumlah yang besar berpotensi menyebabkan cacat lahir pada bayinya. Toksisitas vitamin D diketahui sangatlah jarang dan tidak bisa dikembangkan dari konsumsi multivitamin. Disisi lain, toksisitas vitamin A terbukti lebih banyak. Untuk itu, jika Anda ingin mengonsumsi suplemen multivitamin dan makanan padat nutrisi dalam jumlah yang banyak, Anda bisa dengan mudah mengikuti rekomendasi para ahli nutrisi.
Selain itu, para perekokok nampaknya harus menghindari mulitivitamin yang memilki kandungan beta karoten atau vitamin A yang tinggi, karena menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2010, asupan beta karoten atau vitamin A yang tinggi bisa meningkatkan resiko kanker paru-paru. Tingginya beberapa mineral tertentu juga dinilai berbahaya, seperti penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 yang melaporkan bahwa mineral zat besi yang tinggi bisa berbahaya untuk mereka yang tidak membutuhkannya.
Siapa yang Harus Mengonsumsi Multivitamin?
Ternyata, tidak semua orang cocok mengonsumsi multivitamin, bahkan multivitamin bisa berbahaya untuk beberapa indvidu. Namun, untuk beberapa kelompok orang tertentu, mereka bisa mendapatkan manfaat yang besar dari konsumsi multivitamin. Mereka adalah:
- Orang tua. Seiring dengan bertambahnya usia, maka tingkat penyerapan vitamin B12 cenderung berkurang, karena itu mereka memerlukan multivitamin. Mereka juga membutuhkan banyak kalsium dan vitamin D.
- Vegan dan Vegetarian. Karena Vitamin B12 hanya bisa ditemukan dalam sumber makanan hewani, dan para vegetarian tidak bisa mendapatkan vitamin ini hanya dari sumber makanan nabati. Para vegan dan vegetarian juga cenderung kekurangan kalsium, zinc, zat besi, vitamin D dan asam lemak omega-3 yang hanya bisa didapat dari daging.
- Para Wanita hamil dan menyusui. Jika Anda adalah wanita yang sedang hamil atau menyusui, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi multivitamin, karena ada beberapa nutrisi baik yang ternyata berbahaya untuk tubuh, seperti yang sudah di jelaskan diatas.
Beberapa individu lainnya yang cocok untuk mengonsumsi multivitamin adalah mereka yang sedang dalam program penurunan berat badan, dalam program diet rendah kalori, memiliki nafsu makan yang rendah, atau tidak mampu memenuhui nutrisi harian dari makanan saja.
Kesimpulan
Multivitamin bukanlah suatu media yang mampu memaksimalkan ataupun mengoptimalkan kesehatan tubuh. Karena berdasarkan beberapa penelitian para ahli sains diatas, multivitamin hanya mampu meningkatkan kesehatan untuk kebanyakan orang yang sedang lemah, dan bukti tersebut juga tidak sepenuhnya konsisten untuk sebagian banyak orang. Jika Anda mengalami kekurangan nutrisi, ada baiknya Anda menambahkan nutrisi yang kurang itu saja. Suplemen multivitamin mengandung banyak nutrisi yang sebagian besarnya mungkin tidak dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, Anda tidak bisa mengonsumsi multivitamin dengan alasan untuk memperbaiki pola makan yang buruk. Konsumsilah makanan secara seimbang, karena sumber makanan alami jauh lebih baik dalam menjaga kesehatan dalam jangka waktu yang panjang.
Referensi
- https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/water-soluble-vitamin
- https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/fat-soluble-vitamin
- https://cebp.aacrjournals.org/content/cebp/6/10/769.full.pdf
- https://ods.od.nih.gov/factsheets/MVMS-Consumer/
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21592424
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3992389
- https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death
- Ahmet, A., Gönül, Ç., Ayhan, A., Ceyhun, D., & Ece, B. (2013). Acute Vitamin D Intoxication Possibly Due to Faulty Production of a Multivitamin Preparation. Journal of Clinical Research in Pediatric Endocrinology, 5(2), 136–139.doi:10.4274/jcrpe.896
- Alpert, J. E., Mischoulon, D., Nierenberg, A. A., & Fava, M. (2000). Nutrition and depression: focus on folate. Nutrition, 16(7-8), 544–546.doi:10.1016/s0899-9007(00)00327-0
- Anglin, R. E. S., Samaan, Z., Walter, S. D., & McDonald, S. D. (2013). Vitamin D deficiency and depression in adults: systematic review and meta-analysis. British Journal of Psychiatry, 202(02), 100–107.doi:10.1192/bjp.bp.111.106666
- Araki, T., Holick, M. F., Alfonso, B. D., Charlap, E., Romero, C. M., Rizk, D., & Newman, L. G. (2011). Vitamin D Intoxication with Severe Hypercalcemia due to Manufacturing and Labeling Errors of Two Dietary Supplements Made in the United States. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 96(12), 3603–3608.doi:10.1210/jc.2011-1443
- Baik, H. W., & Russell, R. M. (1999). VITAMIN B12DEFICIENCY IN THE ELDERLY. Annual Review of Nutrition, 19(1), 357–377.doi:10.1146/annurev.nutr.19.1.357
- Bailey, R. L., Fakhouri, T. H., Park, Y., Dwyer, J. T., Thomas, P. R., Gahche, J. J., … Murray, D. M. (2015). Multivitamin-Mineral Use Is Associated with Reduced Risk of Cardiovascular Disease Mortality among Women in the United States. The Journal of Nutrition, 145(3), 572–578.doi:10.3945/jn.114.204743
- Baldewicz, T. T., Goodkin, K., Blaney, N. T., Shor-Posner, G., Kumar, M., Wilkie, F. L., … Eisdorfer, C. (2000). Cobalamin level is related to self-reported and clinically rated mood and to syndromal depression in bereaved HIV-1+ and HIV-1− homosexual men. Journal of Psychosomatic Research, 48(2), 177–185.doi:10.1016/s0022-3999(99)00108-7
- Carroll, D., Ring, C., Suter, M., & Willemsen, G. (2000). The effects of an oral multivitamin combination with calcium, magnesium, and zinc on psychological well-being in healthy young male volunteers: a double-blind placebo-controlled trial. Psychopharmacology, 150(2), 220–225.doi:10.1007/s002130000406
- Chang, T. P.-Y., & Rangan, C. (2011). Iron Poisoning. Pediatric Emergency Care, 27(10), 978–985.doi:10.1097/pec.0b013e3182302604
- Cockle, S. M., Haller, J., Kimber, S., Dawe, R. A., & Hindmarch, I. (2000). The influence of multivitamins on cognitive function and mood in the elderly. Aging & Mental Health, 4(4), 339–353.doi:10.1080/713649959
- Craig, W. J. (2010). Nutrition Concerns and Health Effects of Vegetarian Diets. Nutrition in Clinical Practice, 25(6), 613–620.doi:10.1177/0884533610385707
- Evans, J. R., & Lawrenson, J. G. (2012). Antioxidant vitamin and mineral supplements for preventing age-related macular degeneration. Cochrane Database of Systematic Reviews.doi:10.1002/14651858.cd000253.pub3
- Evans, J. R., & Lawrenson, J. G. (2012). Antioxidant vitamin and mineral supplements for slowing the progression of age-related macular degeneration. Cochrane Database of Systematic Reviews.doi:10.1002/14651858.cd000254.pub3
- Gaziano, J. M., Sesso, H. D., Christen, W. G., Bubes, V., Smith, J. P., MacFadyen, J., … Buring, J. E. (2012). Multivitamins in the Prevention of Cancer in Men. JAMA, 308(18), 1871.doi:10.1001/jama.2012.14641
- Giovannucci, E. (1998). Multivitamin Use, Folate, and Colon Cancer in Women in the Nurses’ Health Study. Annals of Internal Medicine, 129(7), 517.doi:10.7326/0003-4819-129-7-199810010-00002
- Harris, E., Kirk, J., Rowsell, R., Vitetta, L., Sali, A., Scholey, A. B., & Pipingas, A. (2011). The effect of multivitamin supplementation on mood and stress in healthy older men. Human Psychopharmacology: Clinical and Experimental, 26(8), 560–567.doi:10.1002/hup.1245
- Harris, E., Macpherson, H., Vitetta, L., Kirk, J., Sali, A., & Pipingas, A. (2012). Effects of a multivitamin, mineral and herbal supplement on cognition and blood biomarkers in older men: a randomised, placebo-controlled trial. Human Psychopharmacology: Clinical and Experimental, 27(4), 370–377.doi:10.1002/hup.2236
- Holmquist, C., Larsson, S., Wolk, A., & de Faire, U. (2003). Multivitamin Supplements Are Inversely Associated with Risk of Myocardial Infarction in Men and Women—Stockholm Heart Epidemiology Program (SHEEP). The Journal of Nutrition, 133(8), 2650–2654.doi:10.1093/jn/133.8.2650
- Huang, H.-Y., Caballero, B., Chang, S., Alberg, A. J., Semba, R. D., Schneyer, C. R., … Bass, E. B. (2006). The Efficacy and Safety of Multivitamin and Mineral Supplement Use To Prevent Cancer and Chronic Disease in Adults: A Systematic Review for a National Institutes of Health State-of-the-Science Conference. Annals of Internal Medicine, 145(5), 372.doi:10.7326/0003-4819-145-5-200609050-00135
- Levenson, C. W. (2006). Zinc: The New Antidepressant? Nutrition Reviews, 64(1), 39–42.doi:10.1111/j.1753-4887.2006.tb00171.x
- Lim, L. S., Mitchell, P., Seddon, J. M., Holz, F. G., & Wong, T. Y. (2012). Age-related macular degeneration. The Lancet, 379(9827), 1728–1738.doi:10.1016/s0140-6736(12)60282-7
- Macpherson, H., Silberstein, R., & Pipingas, A. (2012). Neurocognitive effects of multivitamin supplementation on the steady state visually evoked potential (SSVEP) measure of brain activity in elderly women. Physiology & Behavior, 107(3), 346–354.doi:10.1016/j.physbeh.2012.08.006
- Mursu, J. (2011). Dietary Supplements and Mortality Rate in Older Women. Archives of Internal Medicine, 171(18), 1625.doi:10.1001/archinternmed.2011.445
- Messerer, M., Johansson, S.-E., & Wolk, A. (2001). Use of dietary supplements and natural remedies increased dramatically during the 1990s. Journal of Internal Medicine, 250(2), 160–166.doi:10.1046/j.1365-2796.2001.00872.x
- Neuhouser, M. L., Wassertheil-Smoller, S., Thomson, C., Aragaki, A., Anderson, G. L., Manson, J. E., … Prentice, R. L. (2009). Multivitamin Use and Risk of Cancer and Cardiovascular Disease in the Women’s Health Initiative Cohorts. Archives of Internal Medicine, 169(3), 294.doi:10.1001/archinternmed.2008.540
- Park, S.-Y., Murphy, S. P., Wilkens, L. R., Henderson, B. E., & Kolonel, L. N. (2011). Multivitamin Use and the Risk of Mortality and Cancer Incidence: The Multiethnic Cohort Study. American Journal of Epidemiology, 173(8), 906–914.doi:10.1093/aje/kwq447
- Pawlak, R., Parrott, S. J., Raj, S., Cullum-Dugan, D., & Lucus, D. (2013). How prevalent is vitamin B12deficiency among vegetarians? Nutrition Reviews, 71(2), 110–117.doi:10.1111/nure.12001
- Penniston, K. L., & Tanumihardjo, S. A. (2003). Vitamin A in dietary supplements and fortified foods: Too much of a good thing? Journal of the American Dietetic Association, 103(9), 1185–1187.doi:10.1016/s0002-8223(03)00978-7
- Penniston, K. L., & Tanumihardjo, S. A. (2006). The acute and chronic toxic effects of vitamin A. The American Journal of Clinical Nutrition, 83(2), 191–201.doi:10.1093/ajcn/83.2.191
- Radimer, K. L. (2005). Methodological Issues in Assessing Dietary Supplement Use in Children. Journal of the American Dietetic Association, 105(5), 703–708.doi:10.1016/j.jada.2005.03.037
- Rautiainen, S., Åkesson, A., Levitan, E. B., Morgenstern, R., Mittleman, M. A., & Wolk, A. (2010). Multivitamin use and the risk of myocardial infarction: a population-based cohort of Swedish women. The American Journal of Clinical Nutrition, 92(5), 1251–1256.doi:10.3945/ajcn.2010.29371
- Rothman, K. J., Moore, L. L., Singer, M. R., Nguyen, U.-S. D. T., Mannino, S., & Milunsky, A. (1995). Teratogenicity of High Vitamin A Intake. New England Journal of Medicine, 333(21), 1369–1373.doi:10.1056/nejm199511233332101
- Sesso, H. D., Christen, W. G., Bubes, V., Smith, J. P., MacFadyen, J., Schvartz, M., … Gaziano, J. M. (2012). Multivitamins in the Prevention of Cardiovascular Disease in Men. JAMA, 308(17), 1751.doi:10.1001/jama.2012.14805
- Summers, W. K., Martin, R. L., Cunningham, M., DeBoynton, V. L., & Marsh, G. M. (2010). Complex Antioxidant Blend Improves Memory in Community-Dwelling Seniors. Journal of Alzheimer’s Disease, 19(2), 429–439.doi:10.3233/jad-2010-1229
- Tang, B. M., Eslick, G. D., Nowson, C., Smith, C., & Bensoussan, A. (2007). Use of calcium or calcium in combination with vitamin D supplementation to prevent fractures and bone loss in people aged 50 years and older: a meta-analysis. The Lancet, 370(9588), 657–666.doi:10.1016/s0140-6736(07)61342-7
- Tanvetyanon, T., & Bepler, G. (2008). Beta?carotene in multivitamins and the possible risk of lung cancer among smokers versus former smokers. Cancer, 113(1), 150–157.doi:10.1002/cncr.23527
- Watkins, M. L., Erickson, J. D., Thun, M. J., Mulinare, J., & Heath, C. W. (2000). Multivitamin Use and Mortality in a Large Prospective Study. American Journal of Epidemiology, 152(2), 149–162.doi:10.1093/aje/152.2.149
- Zhao, L.-Q., Li, L.-M., Zhu, H., & Evidence-Based Eye Disease Study Research Group, T. E. (2014). The Effect of Multivitamin/Mineral Supplements on Age-Related Cataracts: A Systematic Review and Meta-Analysis. Nutrients, 6(3), 931–949.doi:10.3390/nu6030931