sfidn - Sumber Makanan dan Minuman Berkafein Selain Kopi

Sumber Makanan dan Minuman Berkafein Selain Kopi

sfidn.com – Hingga kini, masih banyak orang mengira bahwa kafein adalah zat khusus yang hanya terdapat di dalam kopi. Kopi memang salah satu minuman dengan kandungan kafein tertinggi, dimana satu cangkirnya dapat mengandung sekitar 50-400 mg kafein. Tapi, itu bukan berarti tidak ada makanan dan minuman lain yang juga mengandung kafein. Sejumlah makanan dan minuman bahkan lebih besar kandungan kafeinnya daripada beberapa jenis kopi. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari bahas satu per satu beberapa makanan dan minuman berkafein yang bisa dikonsumsi selain kopi.  

1. Teh

Kafein adalah bahan kimia alami yang ditemukan di lebih dari 60 tanaman, baik di daun-daunan, kacang-kacangan, maupun buah-buahan, tak terkecuali daun teh. Jumlah kafein di dalam teh sebenarnya bervariasi tergantung jenis daun, umur daun, hingga proses pengolahan. Teh hitam dan teh hijau tercatat sebagai varian teh dengan kandungan kafein tertinggi. U.S. Department of Agriculture National Nutrient Database mencatat bahwa satu cangkir atau sekitar 240 ml teh hitam dapat mengandung hingga 47 miligram kafein. Sementara, studi yang diterbitkan dalam Journal of Food Science mencatat satu cangkir teh hijau mengandung sekitar 35 gram kafein.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Agricultural and Food Chemistry juga menerangkan bahwa teh yang dibuat dengan daun lebih tua biasanya memiliki kafein lebih sedikit daripada teh yang dibuat dengan daun yang lebih muda. Teh dalam kantong pun cenderung lebih banyak kandungan kafeinnya daripada teh tubruk. Studi menilai hal ini disebabkan karena daun teh dalam kantong telah dihancurkan sehingga lebih banyak kafein yang diekstraksi dan dikandung di dalamnya.

2. Cokelat

Cokelat berasal dari biji pohon kakao yang tumbuh di wilayah dekat khatulistiwa. Ketika dicairkan, biji kakao menghasilkan padatan kakao dan mentega kakao, yang keduanya digunakan untuk membuat berbagai jenis cokelat dengan rasio berbeda. Kafein ditemukan dalam padatan kakao, namun tidak dalam mentega kakao.

Cokelat yang lebih gelap mengandung lebih banyak padatan kakao sehingga kandungan kafeinnya lebih banyak pula. Sementara cokelat putih hanya mengandung mentega kakao sehingga tidak ada kandungan kafeinnya. United States Department of Agriculture mencatat kandungan kafein yang umumnya terdapat dalam berbagai jenis cokelat, yakni dark chocolate (43 mg/100 gram), milk chocolate (20 mg/100 gram), dan cokelat putih (0 mg).

3. Minuman Bersoda

Minuman bersoda dan segaja jenis minuman non-alkohol yang biasa disebut dengan soft-drink juga mengandung sejumlah kafein. Center of The Science in The Public Interest (CSPI) mencatat bahwa minuman bersoda sebanyak 350 ml mengandung sekitar 23-69 mg kafein, tergantung pada mereknya. Beberapa merek bahkan tidak mengandung kafein sama sekali. The U.S. Food and Drug Administration pun menetapkan batas maksimal kandungan kafein dalam minuman bersoda dengan jumlah 350 ml yakni sebesar 71 mg. Meski mengandung kafein, konsumsi minuman bersoda tidaklah disarankan karena mengandung banyak kalori dan gula yang dapat meningkatkan resiko beberapa penyakit, seperti diabetes tipe 2 dan jantung.

4. Makanan dan Minuman Berenergi

Makanan dan minuman berenergi yang umumnya mengandung banyak karbohidrat dan gula juga mengandung sejumlah kafein. Kandungan kafein dalam minuman berenergi cenderung lebih tinggi dibandingkan minuman bersoda, dimana jumlahnya berkisar di 70-357 mg kafein per 470 ml. Beberapa merek bahkan mengandung hingga 200 ml kafein hanya dalam porsi 60 ml. Camilan berenergi, terutama yang berbasis cokelat, bisa dipastikan mengandung cukup kafein. 162 gram chocolate bar yang mengandung 45%-59% padatan cokelat mampu menghasilkan sekitar 70 mg kafein.

5. Makanan dan Minuman dengan Tambahan Cokelat atau Kopi

Sejatinya, segala makanan dan minuman yang ditambahkan cokelat atau kopi akan mengandung sejumlah kafein. Sama halnya seperti es krim yang diberi tambahan cokelat atau kopi. Sebagian besar es krim kopi, mengandung sekitar 10-45 mg kafein per 110 gram penyajian. Merek es krim tertentu bahkan memiliki sekitar 125 mg kafein per 110 gram penyajiannya. Sementara es krim dengan tambahan cokelat sangat kecil kandungan kafeinnya, dimana satu porsinya tidak mengandung lebih dari 1 mg kafein.

Sereal pagi yang diberi tambahan cokelat maupun rasa cokelat juga bisa mengandung kafein. National Sleep Foundation bahkan mengungkapkan bahwa salah satu produk sereal dari sebuah merek ternama memiliki sekitar 11 mg kafein per porsinya. Jika disebutkan satu per satu, yogurt, biskuit, kue, permen, puding, hingga jelly dapat digolongkan menjadi asupan berkafein jika memang ditambahkan cokelat, kopi, atau kafein di dalamnya. Hanya saja, kadar kafeinnya beragam tergantung pada rasio antar komposisinya.

--- Related Article ---

Kesimpulan

Teh, cokelat, minuman bersoda, makanan dan minuman berenergi merupakan sumber makanan dan minuman berkafein selain kopi. Es krim, puding, brownies, hingga yogurt juga bisa menjadi sumber asupan berkafein jika memang diberi tambahan cokelat atau kopi. Sejatinya, terdapat cukup banyak sumber makanan dan minuman berkafein, hanya saja jumlahnya beragam. Jika menginginkan kafein dalam jumlah tinggi, konsumsilah kopi dan beberapa asupan yang telah disebutkan di atas. Namun, jika tidak menginginkan kafein dalam jumlah tinggi, cobalah untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang menambahkan sejumlah kecil cokelat atau kopi.

 

Referensi

  • https://www.usda.gov/

  • https://nutritiondata.self.com/

  • https://www.livestrong.com/article/281076-a-list-of-foods-that-contain-caffeine/

  • https://www.livestrong.com/article/245410-list-of-foods-drink-that-contain-caffeine/

  • https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/healthy-drinks/sugary-drinks/

  • https://www.healthline.com/health/does-chocolate-have-caffeine#1

  • Heckman, M. A., Weil, J., Gonzalez, de Mejia. E. (2010). Caffeine (1, 3, 7-trimethylxanthine) in foods: a comprehensive review on consumption, functionality, safety, and regulatory matters. J Food Sci, 75(3), R77-87. doi: 10.1111/j.1750-3841.2010.01561.x

  • Lin, Y. S., Tsai, Y. J., Tsay, J. S., Lin, J. K. (2003). Factors affecting the levels of tea polyphenols and caffeine in tea leaves. J Agric Food Chem, 51(7), 1864-73

  • Astill, C., Birch, M. R., Dacombe, C., Humphrey, P. G., Martin, P. T. (2001). Factors affecting the caffeine and polyphenol contents of black and green tea infusions. J Agric Food Chem, 49(11), 5340-7

  • Price, W. E., Spiro, M. (1985). Kinetics and equilibria of tea infusion: Rates of extraction of theaflavin, caffeine and theobromine from several whole teas and sieved fractions. Journal of The Science of Food and Agriculture, 36(12), 1309-1314

  • Malik, V., Li, Y., Pan, A., De Koning, L., Schernhammer, E., Willett, W., Hu, F. (2019). Long-Term Consumption of Sugar-Sweetened and Artificially Sweetened Beverages and Risk of Mortality in US Adults. Circulation, 139(18), 2113-2125

 


 
Tags:
#kafein  #minuman berkafein  #makanan berkafein 
0 Comment
Leave Your Comment

Latest Article