sfidn - Benarkah Pilates Ampuh Menurunkan Berat Badan?

Benarkah Pilates Ampuh Menurunkan Berat Badan?

sfidn.com - Berdasarkan jurnal berjudul The Pilates method: history and philosophy (2001), pilates diciptakan pada tahun 1920-an oleh pelatih fisik bernama Joseph Pilates. Pada masa itu, pilates ditujukan untuk para tentara yang baru kembali dari perang dan para penari untuk memperkuat tubuh serta meredakan nyeri secara alami. 
 
Pilates adalah olahraga yang berfokus pada peningkatan kelenturan, kekuatan, dan kesadaran tubuh. Olahraga pilates adalah bagian dari gerakan terkontrol yang diawasi oleh pelatih khusus. Pilates merupakan latihan ketahanan, lain halnya dengan aerobik (kardio). Meskipun demikian, gerakan pilates tentunya membuat detak jantung meningkat. 
 
Dalam sesi latihan pilates, pelatih atau instruktur akan meminta Anda untuk berkonsentrasi kepada otot dan pernapasan. Hal itu bertujuan untuk koordinasi pikiran, tubuh, dan jiwa. Ketiga perpaduan itu disebut dengan “Contrology” oleh Joseph Pilates. 
 
Jika pilates berfokus pada koordinasi pikiran dan gerakan tubuh, lantas apa perbedaan pilates dengan yoga? 

Perbedaan Senam Pilates dan Yoga 

Meskipun serupa, namun ternyata pilates dan yoga mempunyai beberapa perbedaan. Dilansir dari Energy Pilates Fitness, yoga lebih memfokuskan diri pada postur tubuh, pernapasan, dan meditasi. Sementara itu, manfaat pilates adalah menguatkan otot serta meningkatkan keseimbangan tubuh. Kedua olahraga ini memang telah menjadi tren baru di Jakarta seiring dengan menjamurnya studio pilates di beberapa daerah, seperti pilates Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur. 

Metode kedua olahraga ini sesungguhnya berbeda. Jika yoga membutuhkan yoga mat dan band untuk latihan, pilates membutuhkan beragam perlengkapan berupa alat-alat yang dapat membantu perkuat otot. Gerakan yoga memiliki variasi latihan pernapasan, mulai dari sederhana hingga paling dalam. Lain halnya dengan yoga, pilates hanya memiliki satu level teknik pernapasan. 

Berdasarkan penelitian The effects of Pilates and yoga participant’s on engagement in functional movement and individual health level (2019), pikiran Anda akan lebih jernih dan bisa mengontrol pikiran negatif saat latihan yoga. Sementara itu, dengan senam pilates, otot akan terbentuk, berat badan akan menurun, dan metabolisme tubuh meningkat. 

Efektifkah Pilates untuk Menurunkan Berat Badan?

Senam pilates mampu menurunkan berat badan. Namun, tak seefektif latihan kardio, seperti lari dan berenang. Dalam latihan pilates, kalori yang terbakar lebih sedikit dibandingkan latihan kardio. Jika tujuan Anda adalah menurunkan berat badan, sebaiknya kombinasikan antara pilates, diet sehat, dan jenis olahraga lainnya, seperti jalan atau bersepeda. 

Berdasarkan penelitian The effect of Pilates exercise on body composition in sedentary overweight and obese women (2017), latihan pilates dalam delapan minggu mampu menurunkan berat badan, menurunkan body mass index (BMI), dan penurunan lingkar perut dan pinggul. Penelitian ini dilakukan pada perempuan yang mengalami kelebihan berat badan usia di atas 30. 

Lain halnya dengan hasil penelitian di atas, dalam penelitian Effects of a Pilates exercise program on muscle strength, postural control and body composition: results from a pilot study in a group of post-menopausal women (2015), pilates tidak menghasilkan perubahan komposisi tubuh pada perempuan pascamenopause usia 59—66 tahun. Namun, kekuatan otot perut para peserta tersebut benar-benar meningkat. Peneliti menduga tidak adanya perubahan komposisi tubuh terjadi karena para perempuan tersebut tidak mengubah pola makan menjadi lebih sehat. 

Berdasarkan dua studi tersebut, diketahui bahwa pilates akan efektif menurunkan berat badan jika diimbangi dengan pola makan sehat. Anda juga perlu melakukan latihan rutin. Selain itu, ada kemungkinan pula penurunan berat badan dengan latihan pilates juga bisa dipengaruhi oleh faktor usia, mengingat metabolisme tubuh manusia akan semakin lambat dan menurun saat berusia di atas 40 tahun. 

Selain bisa menurunkan berat badan, pilates juga mempunyai beragam manfaat bagi kesehatan tubuh, lho. Berikut beberapa manfaat pilates yang telah SFIDN rangkum. 

--- Related Article ---

Manfaat Pilates yang Telah Terbukti secara Ilmiah 

1. Meningkatkan daya ingat dan fungsi otak 

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa senam pilates dapat meningkatkan neurogenesis, penciptaan sel-sel otak baru. Hal itu terutama terlihat pada bagian hipokampus, bagian otak yang berkaitan dengan daya ingat. 

Dalam Journal of Physical Activity & Health juga diketahui bahwa orang-orang yang melakukan latihan dan gerakan pilates akan memiliki fungsi otak yang lebih baik dibandingkan dengan latihan aerobik. 

2. Memperkuat otot inti 

Metode pilates bertujuan meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot inti. Hal itu bertujuan untuk meregangkan tulang belakang yang seringkali mengalami nyeri saat beraktivitas. Selain itu, pilates juga dapat membuat Anda mengaktifkan transversus abdominus (TA), multifidus (MF), otot dasar panggul, dan otot diafragma saat latihan. 

3. Mengelola nyeri punggung dan leher

Penelitian Moffett & McLean (2006) telah membuktikan pilates ampuh membantu kelola rasa nyeri, khususnya nyeri punggung dan leher. Pilates dapat membuat punggung lebih kuat dan fleksibel. Gerakan-gerakan pilates bisa menjadi ‘korset’ bagi otot tubuh. Hal yang harus Anda perhatikan saat latihan pilates adalah hindari membungkuk. Gerakan tersebut justru akan memperparah kondisi nyeri punggung dan leher Anda. 

4. Membantu Menstabilkan Sendi

Pilates dapat digunakan untuk menstabilkan sendi yang berada di panggul, bahu, lutut, dan pergelangan kaki. Latihan ini bermanfaat untuk mengatasi penyakit spondylolisthesis, yaitu tulang belakang bergeser, meminimalisir penyakit herniasi diskus, yaitu robekan pada cincin luar diskus tulang bagian belakang (Bryan & Hawson, 2003). 

5. Meningkatkan Keintiman Seks yang Lebih Baik

Dalam penelitian Journal of Sex & Marital Therapy (2015), terbukti bahwa olahraga pilates dapat meningkatkan kualitas seks seseorang. Dalam pilates, dibutuhkan koordinasi napas dengan gerakan. Dengan menyadari ritme pernapasan, pilates dapat mendukung keintiman seks Anda. Selain itu, olahraga pilates mampu mengencangkan otot panggul dan otot sphincter yang dapat membuat Anda dan pasangan semakin intim saat berhubungan badan. 

Kesimpulan

Pilates adalah olahraga yang berfokus pada pembentukan otot, sedangkan yoga bermanfaat untuk melatih fokus pikiran. Pilates dapat menurunkan berat badan jika dilakukan beriringan dengan diet dan gerakan olahraga lainnya. Tak hanya mampu menurunkan berat badan, pilates juga bermanfaat menyembuhkan nyeri sendi. Jika Anda sering mengalami nyeri otot dan sendi, pilates adalah pilihan olahraga yang tepat.

 

Referensi

Bergamin, M. dkk. (2015). Effects of a Pilates exercise program on muscle strength, postural control and body composition: results from a pilot study in a group of post-menopausal women. Journal Age, doi: 10.1007/s11357-015-9852-3.

Bryan, M & Hawson, S (2003). The benefits of Pilates exercise in orthopaedic rehabilitation, Techniques in Orthopaedics, 18(1), 126-129.

Eun, Ju Lim. (2019). The effects of Pilates and yoga participant’s on engagement in functional movement and individual health level, Journal of Exercise Rehabilitation, doi: 10.12965/jer.1938280.140. 

Gladwell, V., Head, S., Haggar, M., & Beneke, R. (2006). Does a program of Pilates improve chronic non-specific low back pain? Journal of Sport Rehabilitation, 15, 338-350.

Halis, Fikret, dkk. (2015). Pilates for Better Sex: Changes in Sexual Functioning in Healthy Turkish Women After Pilates Exercise, Journal of Sex & Marital Therapy, doi: 10.1080/0092623X.2015.1033576.

Kloubec, June. (2011). Pilates: How does it work and who need it?, Muscles Ligaments Tendons J, 1(2): 61–66. 

Moffett, J., & McLean, S. (2006). The role of physiotherapy in the management of nonspecific back pain and neck pain. Rheumatology, 45, 371-378.

Savkin, Razine, dkk. (2017). The effect of Pilates exercise on body composition in sedentary overweight and obese women, J Sports Med Phys Fitness, doi: 10.23736/S0022-4707.16.06465. 

Unnithan, Viswanath. (2000). Maximizing the benefits of Pilates-inspired exercise for learning functional motor skills, Journal of Bodywork and movements therapies 4(2):99—108, doi: 10.1054/jbmt.1999.0161. 

 

 


 
Tags:
#Jenis Olahraga  #performa berolahraga  #pilates  #menurunkan berat badan  #olahraga teratur 
0 Comment
Leave Your Comment

Latest Article