Sports Massage: Pengertian, Manfaat, dan Keamanannya

sfidn.com - Sports massage atau disebut sebagai pijat olahraga menawarkan banyak keuntungan untuk atlet. Terapi ini sering dilakukan sebelum, setelah, atau selama pertandingan, bahkan bisa dijadikan sebagai bagian dari rehabilitasi. 

Mulai dari atlet elit hingga olahragawan rekreasi, pijat olahraga adalah pilihan yang cukup populer. Pelajari lebih lanjut tentang sports massage, manfaat, dan keamanannya di sini!

Apa itu sports massage?

Sports massage adalah teknik pijatan dengan memanipulasi jaringan lunak untuk memberi manfaat bagi seseorang yang berolahraga secara teratur.

Jaringan lunak merupakan jaringan ikat yang belum mengeras menjadi tulang dan tulang rawan, termasuk tendon, ligamen, fasia, otot, dan kulit. 

Tujuan sports massage adalah untuk membantu memperbaiki masalah dan ketidakseimbangan pada jaringan lunak, yang disebabkan oleh trauma berulang dan aktivitas fisik berat.

Dengan melakukannya sebelum, sesudah, atau saat berolahraga, diharapkan dapat meningkatkan kinerja, membantu pemulihan, dan mencegah cedera.

Sports massage sudah digunakan lebih dari 3000 tahun yang lalu di Cina, India, dan Yunani. Penerapannya semakin populer di dunia Barat sejak Per Henrik Ling (1776 – 1839) mengembangkan bentuk pijatan yang kini dikenal sebagai pijat Swedia (Swedish massage). 

Ling, yang mengembangkan gaya pijat dan latihannya sendiri untuk membantu pemain anggar dan pesenam, mendapatkan pengakuan internasional selama prosesnya. Ide-idenya telah membentuk dasar dari pijat olahraga modern. 

Manfaat sports massage

Sports massage efektif untuk semua tahap partisipasi pemain, termasuk tahap persiapan, pelatihan, kompetisi, dan pemulihan.

Salah satu manfaat utama dari sport massage adalah mencegah nyeri otot setelah berolahraga atau dikenal sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS). Ini juga membantu Anda untuk berolahraga lebih efisien dan mencegah beberapa penyakit umum yang menyertai olahraga.

Berikut manfaat pijat olahraga bagi psikologis maupun fisiologis yang dilaporkan:

  • Meningkatkan rentang gerak sendi (ROM).
  • Meningkatkan fleksibilitas.
  • Mengurangi ketegangan otot.
  • Meningkatkan kinerja atletik.
  • Membuat tubuh lebih rileks.
  • Mengurangi kecemasan.
  • Meningkatkan kualitas tidur.
  • Meningkatkan perasaan sejahtera.

Adapun manfaat yang diklaim tapi penelitiannya terbatas meliputi:

  • Meningkatkan aliran darah.
  • Meningkatkan pembuangan produk limbah olahraga (asam laktat).
  • Mengurangi kemungkinan cedera.
  • Mengurangi waktu pemulihan di antara latihan.

Bagaimana pelaksanaannya?

Massage olahraga dapat dilakukan sebagai pijat seluruh tubuh atau pada bagian tubuh tertentu yang paling membutuhkan. Tekanan yang dalam dapat diselingi dengan sapuan yang menenangkan, sesuai dengan kebutuhan Anda.

Beberapa teknik sports massage di antaranya:

  • Effleurage: teknik lembut yang melibatkan serangkaian gerakan membelai dan menyentuh. Tujuannya untuk membantu meningkatkan sirkulasi, menghangatkan otot, dan merangsang saraf. Teknik ini biasanya digunakan di awal sesi pijat.
  • Petrissage: bentuk gerakan pijat yang lebih intens yang dirancang untuk meregangkan otot dan meredakan ketegangan.
  • Frictions: sering kali cukup menyakitkan, karena digunakan untuk memisahkan serat otot dan memecah jaringan parut. Teknik ini hanya digunakan untuk waktu yang sangat singkat.

Anda pun bisa mendapatkan pijat olahraga dengan atau tanpa mengenakan pakaian. Jika Anda lebih suka mengenakan pakaian, pastikan itu tipis, longgar, dan memungkinkan terapis untuk mengakses otot Anda. Celana pendek longgar dan tank top adalah pilihan yang cocok.

Umumnya, sports massage berlangsung selama 60 – 90 menit.

Efek samping dan keamanan sports massage

Melansir dari Verywell Health, kemungkinan efek samping dari sports massage adalah nyeri tekan atau kaku selama 1 – 2 hari setelah dipijat. Reaksi kulit karena minyak pijat juga mungkin dapat terjadi. 

Namun, sebagian besar sports massage aman untuk dilakukan.

Pijat setelah olahraga bertujuan untuk melepaskan ketegangan otot. Namun, penelitian yang mengatakan bahwa itu bisa membantu pemulihan otot terbatas, karena pemulihan otot melibatkan berbagai aspek, mulai dari psikologi, nutrisi, dan fisiologi.

Jika Anda mengalami cedera dan hanya mengandalkan pijatan olahraga, justru dapat memperburuk cedera. 

Sports massage sebelum pertandingan juga telah disarankan sebagai strategi untuk mengurangi kecemasan dan mempersiapkan otot-otot sebelum berkompetisi. Hanya saja, literatur yang membahas ini juga masih terbatas.

Di sisi lain, menurut Yeo, fisioterapis olahraga senior di Singapore Sports Institute, pijat pra-aktivitas bukanlah untuk semua orang

Ini diperuntukkan bagi kelompok orang yang sangat spesifik yang perlu ‘membangunkan’ otot mereka untuk beraktivitas. 

Bagi beberapa orang, yang setelah pemanasan masih memiliki ketegangan karena adanya peningkatan aktivitas fisik selama beberapa hari terakhir, di situlah sports massage bisa masuk untuk membantu.

Namun ingat, pijat olahraga tidak bisa digunakan sebagai pengganti pemanasan sebelum pertandingan.

Menurut website Sport Medicine Information, massage olahraga harus dihindari oleh atlet yang menderita penyakit atau infeksi atau telah didiagnosis dengan kondisi kesehatan yang serius, seperti kanker atau hemofilia. Ini juga tidak dianjurkan bagi atlet yang menderita diabetes.

Tips sebelum pergi ke terapis

Berikut beberapa tips sebelum Anda pergi ke terapis dan mendapatkan pijatan olahraga:

  • Cek semua terapis pijat olahraga potensial dengan hati-hati. Pilih seseorang yang membuat Anda nyaman, bersertifikat, dan tahu tentang olahraga Anda. Jika ada, baca juga testimoni dari klien lainnya.
  • Jadwalkan sebelum, sesudah, atau saat pertandingan, tetapi jangan terlalu dekat dengan acara-acara penting Anda.
  • Biasanya, terapis pijat Anda akan menanyakan beberapa pertanyaan sebelum sesi pertama Anda.
  • Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum pijat olahraga.
  • Hindari obat-obatan tertentu sebelum pijat olahraga.
  • Janji temu Anda berkemungkinan melibatkan lebih dari sekadar pijatan, seperti gerakan, latihan ketahanan, peregangan, mobilisasi, dan hal lainnya yang mungkin diperlukan.
  • Tidak disarankan untuk berolahraga di hari yang sama saat Anda menjalani sports massage, agar tubuh Anda punya cukup waktu untuk pulih dengan benar.

Seperti segala sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan Anda, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis Anda terlebih dahulu, dan hanya melakukan sports massage ketika mereka telah merekomendasikan demikian.

--- Related Article ---

 

Referensi:

  • Brummitt J. 2008. The role of massage in sports performance and rehabilitation: current evidence and future direction. N Am J Sports Phys Ther. 3 (1): 7-21.
  • Health Direct (2021). Sports Massage.
  • Minnesota School of Cosmetology (2020). What is Sports Massage Therapy?
  • Sports Therapy UK. What is Sports Massage?
  • Verywell Health (2021). The Benefits of Sports Massage.
  • Sport Singapore. What is Sports Massage?
  • Sport Medicine Information. Sports Massage.
  • Women’s Health (2020). 15 Sports Massage Benefits And Tips To Know Before You Book.
Tags:
#sfidn  #sports massage  #pijat olahraga  #massage olahraga  #tujuan sports massage  #jenis sports massage  #teknik sports massage 
0 Comment
Leave Your Comment

Latest Article