sfidn - Cara Menggabungkan Intermittent Fasting dan Diet Keto

Cara Menggabungkan Intermittent Fasting dan Diet Keto

sfidn.com – Apakah Anda terkejut? Ini adalah fakta bahwa intermittent fasting dan diet keto bisa Anda gabungkan dalam satu pola makan yang sama. Bagaimana cara melakukannya? Simak untuk mendapatkan jawabannya.

 

Apa yang Dimaksud dengan Diet Keto?

Diet keto adalah aturan makan yang mengharuskan Anda mengurangi jumlah protein dan karbohidrat secara signifikan. Tujuannya agar Anda berada dalam “ketosis”, yaitu suatu keadaan di mana tubuh mulai menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama untuk mendapatkan energi.

Saat menjalankan diet keto, Anda hanya diperbolehkan untuk mengonsumsi lima persen karbohidrat dari total asupan kalori harian dan mengganti sebagian besar kalori dari yang biasanya karbohidrat menjadi lemak sehat.

Diet keto dianggap efektif menurunkan kadar insulin sehingga tubuh Anda menghabiskan simpanan glikogen yang ada di otot dan hati.

Dengan cara ini, diharapkan agar berat badan bisa turun karena asam lemak yang disebut keton bisa dipecah dan dikeluarkan melalui air seni.

 

Apa Itu Intermittent Fasting?

Intermittent fasting atau IF atau puasa intermiten sebenarnya bukan diet tapi sebuah pola makan yang mengatur jadwal makan seseorang di jendela waktu atau jangka waktu tertentu.

Berapa lamanya, tergantung pada jenis intermittent fasting yang individu ikuti. Misal, makan selama delapan jam, lalu dilanjutkan dengan puasa selama 16 jam. Ada juga yang berpuasa satu hari penuh setiap dua hari sekali, dan masih banyak lagi.

Berpuasa secara besar-besaran secara teratur dapat mengurangi tingkat insulin dan ini sejalan dengan efek dari diet keto.

 

Benarkah Intermittent Fasting dan Diet Keto Bisa Digabungkan?

Meski intermittent fasting dan diet keto adalah dua pendekatan yang berbeda tapi proses dan dampaknya hampir serupa.

Keduanya sama-sama menghabiskan simpanan glikogen di hati dan otot agar tubuh dapat mengalihkan sumber energi dari karbohidrat dan protein ke sel lemak.

Menggabungkan intermittent fasting dan diet keto memang bisa dan mudah untuk dilakukan tapi tidak untuk semua orang.

Orang-orang yang baru mencoba salah satunya harus bisa beradaptasi terlebih dahulu dengan pola makan yang baru.

Diet keto bertujuan agar tubuh Anda mencapai keadaan ketosis. Namun, mencapai kondisi tersebut membutuhkan waktu dan mengonsumsi makanan yang tepat adalah kunci.

Di awal-awal diet, ada kemungkinan besar jika Anda mengalami gejala yang disebut sebagai flu keto dan itu akan membaik seiring berjalannya waktu.

Gejala umum flu keto, yaitu mual, kelelahan, sakit kepala, dan memiliki keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis. Ini terjadi karena adanya transisi penggunaan energi di dalam tubuh.

Intermittent fasting juga akan menghabiskan simpanan glikogen sehingga Anda berpeluang lebih besar untuk mencapai ketosis dengan lebih cepat.

Oleh karena itu, orang yang belum terbiasa dengan salah satunya tidak dianjurkan untuk menggabungkan intermittent fasting dan diet keto karena dikhawatirkan akan mengalami gejala flu keto yang lebih parah dan penyesuaian yang lebih sulit. 

Sedangkan bagi orang-orang yang sudah terbiasa, silakan untuk menggabungkan keduanya jika dirasa mampu melakukannya.

 

Manfaat Menggabungkan IF dan Diet Keto

Menggabungkan intermittent fasting dan diet keto memiliki banyak potensi manfaat, seperti:

  • Mencapai ketosis dalam waktu yang lebih singkat
  • Mempersingkat durasi gejala flu keto
  • Mengurangi rasa sakit karena lapar
  • Memungkinkan Anda terbiasa untuk mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dalam waktu yang lebih singkat
  • Memaksimalkan jumlah waktu Anda dalam ketosis
  • Membakar lebih banyak lemak
  • Menurunkan berat badan lebih cepat

 

Bagaimana Cara Menggabungkan IF dan Diet Keto?

Kalau Anda ingin menggabungkan intermittent fasting dengan diet keto, ada baiknya untuk mendorong tubuh Anda ke fase ketosis sebelum berpuasa.

Coba ikuti langkah-langkah berikut ini agar dapat menggabungkan IF dan diet keto dengan aman:

Pertama, konsumsi karbohidrat sebanyak 30 gram per hari.

Kedua, ganti kebutuhan karbohidrat yang belum terpenuhi dengan makanan berlemak sehat, seperti zaitun, kacang-kacangan, alpukat, dan masih banyak lagi.

Ketiga, makan cukup protein, yakni sekitar 1,5-1,75 gram protein per kilogram berat badan.

Keempat, mulailah berolahraga lebih sering untuk menghabiskan simpanan glikogen sehingga Anda bisa masuk ke kondisi ketosis lebih cepat.

Kelima, minum air lebih banyak dari yang dianjurkan.

Keenam, mulai masukan intermittent fasting. Anda bisa memilih jendela waktu 8:16 (8 jam makan, 16 jam puasa). Coba untuk melewatkan sarapan.

Ketujuh, setelah Anda terbiasa dengan langkah keenam, Anda bisa mencoba jenis intermittent fasting yang lebih sulit seperti 4:20.

 

Cobalah untuk mengikuti panduan di atas jika Anda ingin menggabungkan intermittent fasting dengan diet keto. Semoga berhasil.
 

--- Related Article ---

 


 
Tags:
#diet  #Intermittent Fasting  #ketosis  #keto 
0 Comment
Leave Your Comment

Latest Article