Sindrom Terowongan Karpal: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

sfidn.com — Sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome) adalah kondisi umum yang dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, bahkan mati rasa di tangan dan lengan bawah Anda. 

Ini terjadi ketika salah satu saraf utama ke tangan – saraf median – terjepit atau tertekan ketika melewati pergelangan tangan.

Kondisi ini perlu diperhatikan, karena dapat memburuk dari waktu ke waktu jika tidak segera diobati.

Bahkan, dapat menyebabkan disfungsi permanen pada tangan Anda, termasuk sensasi di jari-jari dan kelemahan pada tangan.

Simaklah artikel berikut untuk mengetahui lebih banyak tentang sindrom terowongan karpal dan cara mengobatinya!

Apa Itu Sindrom Terowongan Karpal?

Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah kondisi menyakitkan yang terjadi ketika saraf median di pergelangan tangan Anda terjepit atau tertekan. 

Disebut juga dengan jebakan saraf median / kompresi saraf median / sindrom lorong karpal, gejalanya akan muncul ketika saraf median membengkak, tendon meradang, atau sesuatu lainnya di bagian terowongan karpal yang menyebabkan pembengkakan. 

Terowongan karpal (kanal karpal) sendiri merupakan lorong sempit dan kaku di pergelangan tangan, yang bagian bawahnya dibentuk oleh tulang karpal dan bagian atasnya dari ligamen karpal melintang.

Saraf median dan tendon juga berada di terowongan karpal ini.

Saraf ini mengendalikan sensasi di telapak tangan, ibu jari, dan 3 jari tengah Anda. Juga, mengontrol otot yang membawa ibu jari melintasi telapak tangan untuk menyentuh jari kelingking. Namun, saraf median tidak mengontrol jari kelingking Anda.

Jika ini terjepit atau terkompresi atau teriritasi, besar kemungkinan Anda akan memiliki gejala. 

Umumnya, gejala yang muncul berupa kesemutan, gatal, sensasi terbakar, dan mati rasa di telapak tangan dan jari-jari, terutama ibu jari dan telunjuk.

Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, wanita tiga kali lebih sering mengalami sindrom terowongan karpal daripada pria. 

Tanpa pengobatan, carpal tunnel syndrome dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya, seperti mati rasa dan kelemahan permanen pada otot yang dilalui oleh saraf median.

Penyebab sindrom terowongan karpal

Seperti yang telah disebutkan, gejala CTS muncul ketika saraf median di pergelangan tangan Anda mendapat tekanan yang berlebihan hingga akhirnya meradang. 

Nah, peradangan ini dapat menyebabkan pembengkakan di pergelangan tangan, bahkan bisa menghambat aliran darah Anda.   

Sebagian besar kasus sindrom terowongan karpal dipicu oleh kombinasi faktor berikut (terkadang, tidak ada penyebab jelasnya): 

  • Penggunaan tangan yang sama dalam waktu yang lama (penggunaan berulang).
  • Gerakan tangan dan pergelangan tangan yang ekstrem, seperti fleksi atau ekstensi ekstrem.
  • Perubahan hormon selama kehamilan. Gejala CTS pada ibu hamil bisa dikurangi dengan perawatan non-bedah. Gejalanya pun sering membaik setelah melahirkan, tetapi menjadikan ibu berisiko lebih tinggi terkena sindrom terowongan karpal di kemudian hari.
  • Kondisi kesehatan, seperti obesitas, diabetes, rheumatoid arthritis, disfungsi tiroid, dan cedera pada pergelangan tangan.
  • Genetika atau keturunan.

Kondisi menjadi lebih buruk jika Anda melakukan aktivitas yang sama berulang kali, yang akhirnya menyebabkan pembengkakan dan kompresi saraf median. 

Beberapa contoh aktivitas yang menghasilkan kondisi tersebut adalah:

  • Posisi pergelangan tangan ketika menggunakan mouse atau keyboard.
  • Paparan getaran yang berkepanjangan dari penggunaan perkakas listrik atau perkakas tangan.
  • Gerakan berulang yang meregangkan pergelangan tangan Anda, seperti mengetik dan bermain piano.

Gejala sindrom terowongan karpal

Gejala sindrom terowongan karpal dapat mencakup:

  • Kesemutan, nyeri, sensasi terbakar, dan mati rasa, terutama di ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Gejala ini sering membangunkan penderitanya di malam hari.
  • Sensasi seperti kedutan sesekali yang menyebar ke ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan jari manis.
  • Nyeri atau kesemutan menjalar ke lengan bawah menuju bahu.
  • Kelemahan otot tangan yang membuat Anda sulit melakukan gerakan halus, seperti mengancingkan pakaian, membuka botol, menaikkan tombol, mengetik di keyboard, atau menggenggam benda-benda kecil. 
  • Jika tidak segera diobati, penderita mungkin tidak bisa lagi membedakan antara panas atau dingin.

Dalam kebanyakan kasus, gejala carpal tunnel syndrome dimulai secara bertahap dari waktu ke waktu, tanpa cedera tertentu. 

Banyak penderitanya yang menemukan bahwa gejala datang dan pergi pada awalnya. Namun, ketika kondisi semakin memburuk, gejala terjadi lebih sering dan bisa bertahan untuk waktu yang lebih lama.

Di malam hari, gejalanya bisa muncul karena kebanyakan orang tidur dengan pergelangan tangan ditekuk, yang mungkin sampai membangunkan Anda dari tidur. 

Sementara itu, di siang siang hari, gejalanya sering muncul ketika Anda memegang sesuatu dalam waktu lama dengan pergelangan tangan ditekuk ke depan atau ke belakang, seperti mengemudi, menelepon, atau membaca buku.

Pengobatan

Pengobatan sindrom lorong karpal dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu pengobatan non-bedah dan pengobatan dengan operasi atau pembedahan.

1. Non-bedah


Gambar hanya ilustrasi/Penderita sindrom terowongan karpal memakai belat pergelangan tangan

Jika sindrom terowongan karpal didiagnosis lebih awal, metode non-bedah dapat membantu memperbaikinya, seperti:

  • Memakai belat pergelangan tangan saat tidur di malam hari. Cocok untuk Anda yang sedang hamil dan tidak menggunakan obat apa pun, agar tetap aman dan efektif.
  • Obat anti inflamasi non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen, untuk membantu meredakan nyeri dalam jangka pendek.
  • Suntikan kortikosteroid, seperti kortison, untuk menghilangkan rasa sakit, mengurangi peradangan dan pembengkakan, serta mengurangi tekanan pada saraf median. 

2. Operasi atau pembedahan

Jika dengan perawatan non-bedah tidak ampuh atau gejala semakin parah, dokter mungkin merekomendasikan operasi. Tujuannya untuk mengurangi tekanan dengan memotong ligamen yang menekan saraf median. 

Pembedahan bisa dilakukan dengan dua teknik yang berbeda, yaitu:

  • Bedah endoskopi: menggunakan perangkat dengan kamera kecil yang terpasang untuk melihat ke dalam terowongan karpal, lalu memotong ligamen melalui 1-2 sayatan kecil di tangan atau pergelangan tangan. 
  • Operasi terbuka: membuat sayatan di telapak tangan di atas terowongan karpal, lalu memotong ligamen untuk membebaskan saraf.

Anda bisa mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk memilih metode yang akan dijalani dan risiko yang mungkin terjadi setelah operasi.

Pembedahan endoskopi mungkin lebih sedikit menimbulkan rasa sakit daripada operasi terbuka dalam beberapa hari setelah operasi.

Adapun beberapa risiko pembedahan yang dapat terjadi adalah:

  • Pelepasan ligamen tidak lengkap.
  • Infeksi.
  • Ada bekas luka.
  • Cedera pada saraf atau pembuluh darah.

Anda mungkin saja membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk sembuh dan kembali normal.

Namun, jika kondisi Anda sebelumnya sangat parah, gejala Anda mungkin tidak dapat hilang sepenuhnya setelah operasi.

3. Perawatan rumahan

Selain dua pengobatan utama di atas, beberapa perawatan rumahan ini juga bisa Anda lakukan untuk menunjang pemulihan, seperti:

  • Kompres dingin dengan kantong es atau kain lembut, tidak langsung meletakkan es di area yang terkena.
  • Mengelola faktor pemicu, misalnya jika disebabkan oleh gerakan tangan berulang, cobalah istirahatkan dulu agar tangan Anda bisa rileks dan pulih, serta mengontrol diabetes, tekanan darah tinggi, dan radang sendi untuk mengurangi risiko kambuhnya gejala.
  • Hindari aktivitas yang dapat membebani pergelangan tangan Anda.
  • Menjalani terapi okupasi untuk melatih Anda melakukan tugas berulang secara berbeda.

Kesimpulan

Sindrom terowongan karpal atau carpal tunnel syndrome merupakan kondisi yang menimbulkan rasa nyeri, sakit, kesemutan, gatal, dan sensasi terbakar di pergelangan tangan Anda.

Gejala ini dapat menyebar hingga ke seluruh tangan jika tidak segera ditangani.

Ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa Anda lakukan, termasuk tindakan non-bedah, operasi, dan perawatan di rumah.

Silahkan diskusikan dengan dokter Anda untuk menemukan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

 

--- Related Article ---

 

Referensi:

  • Healthline (2019). Carpal Tunnel Syndrome.
  • Johns Hopkins Medicine. Carpal Tunnel Syndrome.
  • Mayo Clinic (2022). Carpal tunnel syndrome.
  • Medical News Today (2022). Carpal tunnel syndrome: What you need to know.
  • NIH (2022). Carpal Tunnel Syndrome Fact Sheet.
  • OrthoInfo. Carpal Tunnel Syndrome.
  • Sevy JO, Varacallo M. Carpal Tunnel Syndrome. [Updated 2022 Feb 12]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.
Tags:
#sfidn  #sindrom terowongan karpal  #carpal tunnel syndrome  #penyebab carpal tunnel syndrome  #pengobatan sindrom lorong karpal  #CTS  #alat terapi untuk cts  #perawatan diri untuk sindrom lorong karpal  #karpal adalah 
0 Comment
Leave Your Comment

Latest Article