12 Efek Samping Kebanyakan Makan Daging, Tetap Kontrol Porsi!

sfidn.com - Makan daging memang telah menjadi perdebatan yang rumit dan memecah belah. Ada alasan untuk melakukannya dan ada pula alasan untuk menghindarinya. Beberapa orang menganggap daging sebagai sumber zat gizi yang fantastis, sementara yang lain berpendapat bahwa itu berbahaya untuk kesehatan dan lingkungan.

Meski jawaban tepatnya masih sangat kabur, para ahli sepakat bahwa terlalu banyak makan daging dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan.

Artikel ini akan menguraikan secara lengkap efek samping kebanyakan makan daging yang dapat terjadi pada tubuh Anda.

12 Efek samping kebanyakan makan daging

Berikut 12 efek samping kebanyakan makan daging yang perlu Anda ketahui:

1. Dehidrasi

Sebuah studi dari University of Connecticut menemukan bahwa diet tinggi protein dapat menyebabkan ginjal memproduksi urin yang lebih pekat. Ini menandakan bahwa Anda mengalami dehidrasi

Kondisi ini dapat memengaruhi semuanya, mulai dari tingkat energi, kesehatan kulit, peningkatan nafsu makan, hingga kram otot.

2. Bau badan

Ketergantungan dengan deodoran? Mungkin saja penyebabnya karena kebanyakan makan daging. 

Sebuah studi dari Journal Chemical Senses menemukan bahwa bau badan orang yang makan makanan non-daging secara signifikan lebih menyenangkan dan tidak terlalu intens daripada orang yang suka makan daging.

3. Sembelit

Jika Anda mengonsumsi daging sebagai pengganti karbohidrat, besar kemungkinan Anda akan mengalami sembelit. Sebab, daging tidak menyediakan serat yang sangat berperan dalam melancarkan BAB (buang air besar). 

Untuk mengurangi gejalanya, cobalah untuk mengurangi asupan daging Anda dan tingkatkan asupan karbohidrat kompleks, serta buah-buahan dan sayur-sayuran.

4. Sakit kepala

Tidak heran lagi kalau daging dapat menyebabkan Anda sakit kepala, mengingat kebanyakan makan daging dapat menyebabkan Anda dehidrasi. 

Selain itu, karbohidrat adalah bahan bakar untuk otak. Ketika Anda makan terlalu banyak daging dan tidak cukup asupan karbohidrat, dapat menyebabkan sakit kepala dan kondisi mental yang buruk.

5. Meningkatkan risiko kehilangan penglihatan

Konsumsi daging merah yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit degenerasi makula terkait usia – penyebab nomor satu kebutaan pada orang dewasa yang lebih tua. 

Ini disebabkan oleh kandungan lemak jenuh dalam daging yang dianggap berbahaya bagi pembuluh darah kecil di mata. Beberapa bahan kimia (seperti nitrosamin) pada beberapa daging olahan juga dianggap sebagai penyebab kerusakan mata.

6. Tulang melemah

Asupan protein dalam jumlah super tinggi justru dapat memicu kelemahan pada tulang. Ini karena kelebihan protein dapat meningkatkan kehilangan kalsium melalui urin, mineral penting untuk membangun tulang yang kuat. Akibatnya, tulang menjadi lemah.

Hal ini dapat dicegah dengan memenuhi asupan kalsium yang cukup untuk sementara waktu, tetapi ini jarang dipikirkan oleh kebanyakan orang saat mereka mengonsumsi makanan berprotein tinggi.

7. Kelelahan

Jika Anda sering merasa kelelahan, bahkan dalam kondisi yang tidak seharusnya, mungkin ada yang salah dengan pola makan Anda, termasuk kebanyakan makan daging. 

Karena daging lebih sulit dicerna, sehingga sistem pencernaan Anda bekerja lebih keras, yang akhirnya membuat tubuh Anda gampang lelah.

8. Bau napas

Salah satu akibat kebanyakan makan daging yang sering terjadi adalah memiliki bau mulut.  

Ini karena diet tinggi protein dan lemak dengan asupan karbohidrat yang tidak cukup dapat menyebabkan tubuh memproduksi keton. Senyawa ini dilepaskan melalui napas dan menyebabkannya bau seperti aseton.

9. Masalah usus

Makan terlalu banyak daging juga dapat memicu masalah usus

Bakteri usus memiliki efek mendalam pada kesehatan Anda dan apa yang Anda konsumsi penting untuk memastikan jumlah bakteri baik di usus lebih banyak daripada bakteri jahat. 

Mereka membutuhkan karbohidrat kompleks untuk berkembang, khususnya serat dari buah, sayuran, dan biji-bijian.

Sementara itu, diet tinggi protein cenderung rendah serat, yang dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan terkait dengan keragaman bakteri usus yang buruk.

10. Berat badan naik

Diet tinggi protein memang dapat membantu tujuan penurunan berat badan dengan membantu Anda kenyang lebih lama setelah makan, dan sedikit meningkatkan pembakaran kalori.

Namun, jika itu termasuk protein hewani, penting untuk diperhatikan bahwa jenis daging tertentu bisa sangat padat kalori, seperti potongan daging berlemak dan produk olahan seperti hamburger, bacon, ham, dan sosis. Artinya, ini lebih banyak kalori per gigitan daripada makanan lain, seperti sayuran. 

Jadi, jika Anda sedang berupaya menurunkan berat badan, pilihlah potongan daging sapi dan unggas tanpa lemak dan ikan, yang cenderung lebih sedikit kalori per porsi.

11. Meningkatkan kolesterol darah

Peningkatan kadar kolesterol darah juga merupakan dampak buruk kebanyakan makan daging, terutama daging merah yang lebih berlemak. Pilih potongan daging sapi tanpa lemak untuk memerangi kolesterol tinggi Anda. 

Penelitian menunjukkan bahwa hingga 6 ons daging sapi tanpa lemak dapat menjadi bagian dari diet seimbang Anda dan tidak akan berdampak negatif terhadap kadar kolesterol Anda.

12. Mengganggu kesuburan

Jika Anda mengalami kesulitan untuk hamil, ada kemungkinan bahwa itu juga dipengaruhi oleh kebiasaan makan daging merah terlalu banyak. 

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Fertility and Sterility, memilih protein nabati, kaya asam lemak omega-3 (misalnya ikan), serta membatasi daging merah dan olahan, dapat meningkatkan kesuburan pada wanita. 

Sementara pada pria, data menunjukkan bahwa asupan tinggi daging merah olahan dikaitkan dengan penurunan jumlah sperma.

Berapa porsi daging yang harus dimakan?

Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda kebanyakan makan daging adalah dengan memperhatikan ukuran porsi dan frekuensi konsumsi Anda. 

Satu porsi daging setara dengan 3-4 ons, kira-kira seukuran setumpuk kartu atau telapak tangan Anda

Memilih porsi daging sapi yang masuk akal dan potongan daging yang lebih ramping, seperti sirloin, flank steak, strip loin, dan 90 persen daging giling tanpa lemak dapat membantu target berat badan Anda. 

Inilah sejumlah efek samping kebanyakan makan daging yang mungkin dapat terjadi pada tubuh Anda.

Oleh karena itu, Anda harus membatasi konsumsi daging, terutama daging merah, tetapi tidak perlu menghilangkannya sama sekali dari diet Anda. Kombinasikan juga dengan makanan padat nutrisi lainnya, seperti sayuran dan biji-bijian, agar nutrisinya tetap seimbang. 

--- Related Article ---

 

Referensi:

  • Bustle (2017). 9 Possible Effects Of Eating Too Much Meat.
  • Eat This, Not That! (2020). 6 Subtle Signs You're Eating Too Much Red Meat.
  • Eat This, Not That! (2021). Trying to Get Pregnant? Avoid These 10 Terrible Foods for Fertility.
  • Insider (2020). What Eating Too Much Meat Can Do To Your Body, From Dehydration To The 'Meat Sweats'.
  • Scripps (2021). Is Red Meat Bad for You?
  • The Healthy (2021). 11 Things that Could Happen if You Eat too Much Meat.
Tags:
#daging  #sfidn  #makan daging  #kebanyakan makan daging  #efek samping kebanyakan makan daging  #akibat kebanyakan makan daging 
0 Comment
Leave Your Comment

Latest Article