3 Jenis Fad Diet yang Paling Umum, Pro dan Kontranya

sfidn.com - Fad diet adalah diet yang menjanjikan penurunan berat badan yang cepat dan keuntungan kesehatan lainnya tanpa bukti ilmiah yang kuat. 

Dikenal juga dengan diet populer atau diet kultus, ini sering kali sangat membatasi, bahkan menghilangkan makanan utuh, seperti susu, kacang-kacangan, atau biji-bijian.

Diet ini juga mungkin menuntut Anda untuk makan di waktu-waktu tertentu saja.

Umumnya, fad diet dikemas dengan produk atau bahan makanan yang tidak biasa, mahal, dan bahkan, tidak perlu.

Artikel berikut akan mengulas pro dan kontra dari tiga diet ‘tren’ yang mungkin pernah atau sedang Anda jalani.

3 Jenis fad diet yang paling umum

Berikut penjelasan dari masing-masing fad diet yang banyak menarik perhatian publik:

1. Diet Paleo

Diet Paleo diperkirakan muncul sejak zaman Paleolitik. Rencana makannya pun mirip dengan apa yang telah nenek moyang kita makan dari hasil mengumpulkan dan perburuan. 

Makanan mereka sedikit bahkan tanpa proses pemasakan, yang mencakup daging tanpa lemak, unggas, makanan laut, buah-buahan, sayuran, nuts, dan seeds

Namun, diet ini membatasi makanan yang menjadi umum ketika pertanian muncul sekitar 10.000 tahun yang lalu, termasuk produk susu, legumes, dan whole grains.

Pro

Karena jenis fad diet ini berfokus pada makanan utuh dan minim pemrosesan, dapat bermanfaat untuk:

  • Penurunan berat badan yang lebih besar.
  • Peningkatan toleransi glukosa.
  • Kontrol tekanan darah yang lebih baik.
  • Kadar trigliserida lebih rendah.
  • Manajemen nafsu makan yang lebih baik.

Kontra

Diet paleo menghilangkan kelompok legumes dan whole grains, yang dianggap sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral, serta diperkaya dengan fitonurien yang bermanfaat untuk tubuh.

Juga, tidak ada produk susu yang merupakan sumber protein dan kalsium yang baik.

Selain penting untuk kesehatan tubuh, makanan tersebut juga biasanya lebih terjangkau dan mudah diakses daripada makanan seperti hewan buruan atau hewan yang diberi makan rumput.

Oleh sebab itu, bagi sebagian orang, diet paleo bisa menjadi diet mahal

Apakah fad diet ini dianjurkan?

Mengonsumsi makanan utuh dan segar, serta mengandung sedikit gula dan garam memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. 

Namun, menghilangkan produk susu, biji-bijian (seperti gandum, oat, dan barley), dan kacang-kacangan (seperti buncis, lentil, kacang tanah, dan kacang polong) tidak dianjurkan dalam diet sehat dan bergizi seimbang.

2. Raw food diet

Raw food diet berfokus pada konsumsi makanan nabati yang belum diproses, alias masih mentah, sehingga dapat mempertahankan kandungan enzim dan vitaminnya. Nutrisi ini dapat rusak atau hilang selama proses pemasakan (suhu di atas 40 °C). 

Jenis fad diet ini juga melarang makanan yang disuling, dipasteurisasi, diperlakukan dengan pestisida, atau diproses dengan cara apa pun.

Setidaknya, 75 persen makanan mereka berasal dari buah dan sayuran segar, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Susu dan produk hewani mentah juga diperbolehkan, termasuk telur mentah, ikan mentah, dan daging. 

Pro

Karena diet ini mengonsumsi banyak buah dan sayuran, pendukungnya mengklaim manfaatnya yang mencakup:

  • Menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah.
  • Memiliki asupan kalori dan lemak tubuh yang jauh lebih rendah daripada mereka yang tidak mengikuti diet ini.
  • Meningkatkan penurunan berat badan.

Kontra

Meski beberapa penelitian menemukan bahwa diet raw food memiliki efek positif, tetapi banyak juga penelitian yang menemukan bahwa itu memiliki efek negatif, di antaranya:

  • Menurunkan kadar kolesterol-HDL (baik).
  • Kekurangan vitamin B12.
  • Meningkatkan risiko erosi gigi.
  • Kehilangan lemak tubuh lebih banyak dalam jangka panjang.
  • Siklus menstruasi tidak teratur.
  • Berhenti menstruasi (amenor), yang bisa menjadi konsekuensi dari berat badan yang rendah.
  • Asupan protein, zat besi, kalsium, dan vitamin D yang rendah.
  • Kepadatan tulang menurun, karena asupan kalori dan protein yang rendah.

Apakah fad diet ini dianjurkan?

Mengonsumsi makanan hewani mentah berbahaya dan tidak pernah direkomendasikan

Semua daging harus dimasak dengan suhu internal antara 145 - 165 °F, tergantung pada jenisnya.

Susu pun harus melalui tahap pasteurisasi sebelum dikonsumsi. Ini bertujuan untuk menghindari penyakit bawaan atau keracunan makanan.

Namun, menambahkan makanan utuh dan segar ke dalam diet rutin Anda adalah salah satu cara yang bagus untuk meningkatkan kesehatan.

Misalnya, smoothies buah segar untuk sarapan dan salad buah atau sayur untuk camilan.

3. Diet flexitarian

Diet flexitarian adalah diet semi-vegetarian yang mendorong Anda makan lebih sedikit hewani dan lebih banyak nabati.

Jenis fad diet ini tidak memiliki aturan yang jelas, terutama jumlah kalori dan makronutriennya. Faktanya, ini lebih merupakan gaya hidup daripada diet, yang didasarkan pada prinsip-prinsip berikut:

  • Makan sebagian besar buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Fokus pada protein nabati daripada hewani.
  • Bersikap fleksibel, masukkan daging dan produk hewani sesekali.
  • Makan makanan yang minim pemrosesan dan paling alami.
  • Batasi tambahan gula dan permen.

Pro

Dengan berfokus pada makanan nabati, flexitarian mendapatkan antioksidan, serat, vitamin, mineral, dan lemak baik dalam jumlah yang lebih banyak, yang semuanya berkontribusi pada:

  • Peningkatan kesehatan jantung.
  • Manajemen berat badan yang lebih baik.
  • Mengurangi risiko diabetes.
  • Mencegah kanker kolorektal.

Mengurangi konsumsi daging juga dapat membantu melestarikan sumber daya alam dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan penggunaan lahan dan air.

Kontra

Karena flexitarian membatasi produk dan makanan hewani, mereka mungkin berisiko kekurangan nutrisi, seperti vitamin B12, seng, besi, kalsium, serta asam lemak omega-3, tergantung pada kandungan nutrisi dari pilihan makanan mereka yang lain.

Namun, sebagian besar kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung zat besi dan seng. Dengan menambahkan sumber vitamin C, dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati.

Flexitarian yang membatasi produk susu perlu makan sumber kalsium nabati untuk memenuhi asupan harian. Beberapa makanan nabati yang kaya kalsium, termasuk bok choy, kangkung, lobak, dan biji wijen.

Individu yang mengikuti fad diet ini juga harus mempertimbangkan untuk menambahkan minyak alga atau minyak ikan untuk menutupi kekurangan asam lemak omega-3 .

Apakah fad diet ini dianjurkan?

Pada dasarnya, Anda tidak perlu menghilangkan daging untuk menjadi sehat. Nah, pola makan ini memberikan Anda fleksibilitas untuk makan daging dan produk hewani dalam jumlah yang bervariasi.

Selama direncanakan dengan baik dan mencakup berbagai makanan utuh, kekurangan nutrisi mungkin tidak menjadi masalah yang berarti.

Kesimpulan

Sejatinya, diet sehat itu adalah yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh Anda, dan ini bisa berbeda-beda setiap orang. Jadi, langkah terbaiknya adalah selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi Anda sebelum memutuskan untuk menjalani jenis diet apa pun.

--- Related Article ---

 

Referensi:

  • BDA UK (2021). Fad diets: Food Fact Sheet.
  • Cleveland Clinic (2020). Fad Diets.
  • Everyday Health (2018). The 10 Most Famous Fad Diets of All Time.
  • Healthline (2022). The Flexitarian Diet: A Detailed Beginner’s Guide.
  • Healthline (2017). The Raw Food Diet: A Beginner's Guide and Review.
  • Mayo Clinic (2020). Paleo Diet: What is It and Why is It So Popular?
  • Prevention (2022). What Is the Raw Food Diet? Dietitians Explain the Pros and Cons of the Mostly Plant-Based Eating Plan.
  • SDA. Fad Diets.
Tags:
#diet  #sfidn  #fad diet  #diet populer  #diet kekinian  #diet kultus  #diet mode  #fad diet adalah  #jenis fad diet  #fad diet paling umum 
0 Comment
Leave Your Comment

Latest Article