sfidn - Kelebihan BCAA Dibandingkan Whey Protein yang Tidak Anda Sadari

Kelebihan BCAA Dibandingkan Whey Protein yang Tidak Anda Sadari

sfidn.com – BCAA dan whey protein telah menjadi pilihan utama bagi para atlet dan olahragawan untuk mendukung pertumbuhan otot serta mencegah penyusutan yang tidak diharapkan. 

Baik itu BCAA maupun whey protein, keduanya bisa dengan mudah Anda dapatkan dalam bentuk suplemen yang banyak dijual oleh para produsen kebugaran. 

 

Kelebihan BCAA Dibandingkan Whey Protein yang Tidak Anda Sadari

Banyak orang yang ragu mengapa ia harus mengonsumsi suplemen Branched-Chain Amino Acids atau BCAA sementara tiga asam amino yang terkandung di dalamnya, seperti leusin, isoleusin, dan valin sudah terdapat di dalam whey protein. 

Whey protein sendiri terdiri dari sembilan asam amino esensial yang jauh lebih lengkap serta termasuk ke dalam makronutrien karena mengandung karbohidrat dan lemak. 

Sembilan asam amino esensial yang ada di whey protein, yaitu leusin, isoleusin, valin, lisin, treonin, metionin, fenilalanin, triptofan, dan histidin.

Apabila hanya melihat dari kandungannya saja, Anda mungkin akan berpikir jika mengonsumsi whey protein saja sudah cukup untuk membangun massa otot sehingga tidak perlu menambahkan suplemen BCAA secara terpisah. 

Sebaiknya, buang pemikiran tersebut dan berhenti meragukan BCAA karena suplemen tersebut memiliki banyak kelebihan yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya. 

 

6 Kelebihan BCAA Dibandingkan Whey Protein

Suplemen BCAA memiliki sejumlah kelebihan yang tidak mudah Anda dapatkan dari whey protein sehingga membuatnya efektif di beberapa aspek yang berbeda. 

Berikut adalah enam kelebihan BCAA dibandingkan dengan whey protein: 

 

1. Merangsang Sintesis Protein dengan Lebih Baik 

Kandungan di dalam BCAA, seperti leusin, isoleusin, dan valin adalah asam amino esensial yang memiliki peran kunci untuk merangsang sintesis protein dengan lebih cepat.  

BCAA fokus menyediakan tiga asam amino utamanya sehingga jumlah kandungan untuk masing-masing asam amino di dalam tiap takaran saji akan lebih tinggi daripada yang mampu ditawarkan oleh whey protein. 

Ini artinya, tubuh Anda akan mampu membangun otot serta membakar lemak pada saat yang bersamaan dengan lebih baik sehingga pertumbuhan otot pun akan lebih maksimal. 

 

2. Kandungan Kalori yang Lebih Rendah, Cocok untuk Cutting

Saat Anda berada dalam periode “cutting", tujuan Anda adalah mengurangi lemak tubuh sambil mempertahankan massa otot yang sudah ada. 

Tentu ini bukan hal yang mudah karena otot rentan menyusut karena kekurangan makanan. Maka dari itu, pengonsumsian suplemen seperti BCAA maupun whey protein akan sangat diperlukan pada periode “cutting.”

Akan tetapi, BCAA memiliki kelebihan dibandingkan whey protein karena kandungan kalorinya yang lebih rendah. Ini memungkinkan Anda mendapatkan asam amino penting tanpa meningkatkan asupan kalori yang berlebihan. 

Whey Protein yang biasanya mengandung lebih banyak kalori mungkin kurang sesuai untuk periode cutting yang sedang Anda jalankan. 

 

3. BCAA Lebih Cepat Diserap oleh Tubuh

Ketiga asam amino yang tekandung di dalam BCCA termasuk ke dalam kategori “cabang” karena struktur kimianya yang lebih kompleks.

Atas dasar tersebut, BCAA bisa lebih cepat diserap oleh tubuh karena tidak perlu dipecah oleh sistem pencernaan sebelum dapat digunakan oleh otot. 

Ketiga asam amino dalam BCAA akan langsung mencapai otot sehingga bisa langsung Anda gunakan sebagai sumber energi selama latihan maupun memulihkan otot dengan cepat.  

Ini berbeda dengan whey protein yang mana protein harus dipecah terlebih dahulu oleh sistem pencernaan agar menjadi asam amino yang mampu diserap oleh tubuh. 

Oleh karena itu, manfaat whey protein memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan BCAA untuk bisa Anda gunakan.

 

 

4. Disimpan di Otot Bukan di Hati

BCAA langsung diserap oleh otot. Sementara Whey Protein harus dipecah di hati sebelum dapat digunakan oleh otot. 

Hal inilah yang membuat BCAA dianggap lebih efisien dalam memberikan nutrisi langsung ke tempat yang paling Anda inginkan, yaitu otot. 

 

5. Meminimalkan Kerusakan Otot yang Sudah Terbentuk

BCAA dianggap sebagai suplemen anti-katabolik karena mereka memiliki beberapa sifat yang dapat membantu mencegah atau meminimalkan kerusakan otot selama situasi katabolik. 

Katabolisme adalah proses di mana tubuh memecah jaringan otot untuk mendapatkan energi atau asam amino saat pasokan energi atau nutrisi terbatas. 

Maka dari itu, Anda disarankan untuk mengonsumsi BCAA selama periode cutting agar otot Anda tidak mengalai penyusutan. 

 

6. Lebih Ampuh Mengurangi Rasa Sakit atau DOMS Setelah Latihan

DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness) adalah rasa sakit atau kekakuan otot yang sering terjadi beberapa hari setelah latihan yang melibatkan kontraksi otot eksentrik.

BCAA telah terbukti membantu mengurangi intensitas dan durasi DOMS sehingga memungkinkan Anda untuk berlatih lebih keras dan lebih sering yang pada gilirannya akan mempercepat hasil yang Anda targetkan. 

 

Kandungan BCAA di dalam Whey Protein Ada Berapa?

Kandungan BCAA dalam whey protein dapat bervariasi tergantung pada jenis whey protein yang Anda konsumsi. 

Whey protein terdiri dari tiga jenis yang berbeda, yaitu whey protein concentrate, whey protein isolate, dan whey protein hydrolyzed. Berikut perkiraan kandungan BCAA dalam 100 gram whey protein:

 

Whey Protein Concentrate

Leusin: Sekitar 5,9 gram

Isoleusin: Sekitar 3,1 gram

Valin: Sekitar 2,8 gram

 

Whey Protein Isolate

Leusin: Sekitar 8,6 gram

Isoleusin: Sekitar 4,6 gram

Valin: Sekitar 3,9 gram

 

Whey Protein Hydrolyzed

Kandungan BCAA dalam whey protein hydrolyzed sering kali serupa atau sedikit lebih tinggi daripada whey protein isolate.

 

Berapa Berapa Banyak BCAA untuk Mempertahankan Massa Otot?

Supaya Anda dapat mempertahankan massa otot, Asupan BCAA harian yang direkomendasikan adalah 5-20 gram. Jumlahnya akan sangat bervariasi tergantung pada massa otot dan tingkat aktivitas fisik maupun program kebugaran yang sedang Anda jalankan. 

Apabila Anda belum memiliki otot yang besar atau dikategorikan masih seorang pemula di dunia kebugaran, 5-10 gram BCAA per hari sudah sangat mampu mempertahankan otot Anda.

Namun, jika Anda memiliki otot yang sangat besar dan seorang expert di dunia kebugaran, 20 gram BCAA wajib Anda penuhi agar otot tidak menyusut. 

Asam amino yang ada pada BCAA bisa Anda dapatkan dari makanan. Namun, Anda harus waspada karena jumlannya pada makanan cukup sulit untuk diprediksi sehingga Anda berisiko kekurangan “pelindung” otot. 

Maka dari itu, mendapatkan tambahan BCAA dari suplemen sangat kami anjurkan demi melindungi otot dari penyusutan dan kerusakan serta mengatasi nyeri setelah latihan. 

Mengonsumsi suplemen BCAA juga akan memberikan energi instan yang tidak Anda dapatkan dari whey protein. Jadi, jangan ragu untuk mengonsumsinya.

 

Suplemen BCAA Terbaik di Indonesia

REDCON1 BREACH adalah suplemen BCAA terbaik dan nomor satu di Indoensia karena mengandung 6 gram BCAA per serving ditambah kandungan lainnya yang bermanfaat bagi tubuh, seperti 150mg Sodium dan 250 gr Pottasium yang mampu menetralkan keasaman tubuh dan mengurangi tekanan darah. 

Suplemen REDCON1 BREACH juga mudah larut dalam air sehingga memudahkan Anda saat membuat dan mengonsumsinya. 

Dapatkan suplemen BCAA terbaik di Indonesia, REDCON1 BREACH melalui website sfidn.com maupun official store SFIDN yang ada di marketplace favorit Anda. 

 

Meskipun whey protein tetap menjadi bagian penting dari usaha Anda membentuk, membangun, dan mempertahankan massa otot tetapi BCAA pun memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan yang lebih baik dalam beberapa aspek tertentu. Pertimbangkan untuk menggabungkan su[lemen BCAA ke dalam rutinitas latihan Anda.

 

--- Related Article ---

Referensi: 
  • Barbend, (2023), Protein Vs. BCAA Supplements — Which to Take and When?
  • MedicalNewsToday, (2023), Health Benefits of BCAAs
  • ESN, (2021), BCAAs or Whey Protein: What are The Advantages of The Products
  • Tropeaka, BCAAS VS. Whey
     

 
Tags:
#bcaa  #Cutting  #suplemen bcaa 
0 Comment
Leave Your Comment

Latest Article